Korupsi Dana Desa di Lahat

BREAKING NEWS, Berfoya-foya Pakai Dana Desa, Mantan Kades di Lahat Dijebloskan ke Penjara

Mantan Kepala Desa (Kades) Gedung Agung, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat Sarudin (45 tahun) dijebloskan ke penjara.

BREAKING NEWS, Berfoya-foya Pakai Dana Desa, Mantan Kades di Lahat Dijebloskan ke Penjara
Sripo/ Ehdi Amin
Mantan Kepala Desa (Kades) Gedung Agung, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat Sarudin (45 tahun) dijebloskan ke penjara karena korupsi dana desa sewaktu menjabat. 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT-Mantan Kepala Desa (Kades) Gedung Agung, Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat Sarudin (45 tahun) dijebloskan ke penjara.

Sarudin dibekuk Unit Pidkor Satreskrim Polres Lahat, lantaran terbukti melakukan penyelewengan Dana Desa (DD red), berasal dari APBN tahun 2017 sebesar Rp 576.310.328.

Kapolres Lahat, AKBP Irwansyah didampingi Kasat Reskrim, AKP Heri Jusman menjelaskan, perkara itu terjadi pada tahun 2017.

Tersangka selaku Kades menerima DD TA dari APBN Rp 753.481.000.

Namun pada perjalan tersangka tidak menjalankan pembangunan sesuai Rancangan Anggaran Pembangunan dan gambar.

Ada 3.000 Pegawai Honorer (Non ASN) di Pagaralam Terancam Nganggur

"Awalnya kerugian negara hanya Rp 200 jutaan, tapi setelah diaudit ulang kerugian negara sebasar Rp 576.310.328."

"Setelah ini tersangka kita limpahkan ke Kejaksaan Negeri Lahat," terang Irwansyah, Kamis (23/1/2020).

Sementara, Kanit Pidkor, Ipda Hendra Tri Siswanto, SH MSi menjelaskan, untuk awal proses penyidikan diawali dari laporan inspektorat.

Dalam pelaksanannya, tersangka benar-benar tidak menjalankan pembangunan jalan usaha tani, tembok penahan tanah, jembatan, dan plat dueker.

"LP nya masuk bulan Agustus tahun 2019 lalu. Pengakuan tersangka uang tersebut digunakan untuk membayar utang, berfoya foya dan memperkaya diri."

"Sementara tidak ada pihak lain terlibat, dan tersangka terancam hukuman 4 tahun penjara," jelas mantan penyidik Tipidkor Ditreskrimsus Polda Sumsel.

Melihat Aksi Team Hunter Sabhara Palembang: Kali Ini Giliran Warung-warung di Ariodillah Disisiri

Disisi lain, Sarudin awalnya sempat enggan dibincangi awak media ini mengatakan dirinya datang sendiri ke Mapolres Lahat, melalui surat panggilan polisi.

Ia juga mengakui, uang negara tersebut dipakainya untuk kebutuhan dirinya sendiri.

"Uangnya untuk membayar utang, dan kebutuhan saya. Saya terima hasil perbuatan saya ini,"ujarnya. (SP/ Ehdi Amin)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved