Sejoli Tewas di Cafe

Polisi Pastikan Sejoli Tewas di Cafe Tenggak Miras Dicampur Racun Putas, Sempat Ada Pesan Pamit

Satreskrim Polres Lubuklinggau memastikan pasangan sejoli Hani Safira (22 tahun) dan Dedi Ariyesta (40 tahun) yang ditemukan tewas

Polisi Pastikan Sejoli Tewas di Cafe Tenggak Miras Dicampur Racun Putas, Sempat Ada Pesan Pamit
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMSEL.COM
Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Satreskrim Polres Lubuklinggau memastikan pasangan sejoli Hani Safira (22 tahun) dan Dedi Ariyesta (40 tahun) yang ditemukan tewas mengenaskan, karena keracunan.

Keduanya ditemukan tewas mengenaskan dengan kondisi tidur bersebelah di dalam sebuah kamar Cafe Gaul Jl. Soekarno Hatta, Kelurahan Belalau I, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Rabu (15/1/2020) kemarin.

Kasatreskrim Polres Lubuklinggau, AKP Alex Andriyan mengatakan, memastikan jika keduanya meninggal dunia karena zat kimia jenis putas (potasium) yang dicampur dengan minuman keras.

Putas biasa digunakan untuk meracun ikan.

Dua kantong jenazah yang berisi dua sejoli yang tewas di sebuah Cafe di Lubuklinggau.
Dua kantong jenazah yang berisi dua sejoli yang tewas di sebuah Cafe di Lubuklinggau. (EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMSEL.COM)

"Masih indikasi tahap awal jika kedua korban meninggal Dedi dan Hani tewas karena mengoplos zat kimia dengan miras sehingga menyebabkan mereka berdua meninggal dunia," kata Alex pada wartawan, Kamis (16/1).

Alex menuturkan, jika semua saksi dilakukan pemeriksaan, berdasarkan keterangan para saksi, sebelum kejadian Selasa siang sekira pukul 12.00 WIB, Dedi datang menemui Hani, lalu sekira pukul 17.00 WIB Dedi pergi.

"Sekira pukul 19.00 WIB Dedi datang lagi, mereka sempat karaoke -karaoke dan nyanyi-nyanyi, mereka juga sempat minum-minum kemudian sekira pukul 24.00 WIB mereka masuk kamar," ungkapnya.

Kemudian, sekira pukul 05.30 WIB, empat temannya diantaranya Rangga, Sinta dan Siska mendengar suara orang ngorok seperti orang mendengkur sangat keras.

"Lalu mereka mendekati kamar dan berusaha membukanya, mereka sempat mengintip dari atas kemudian mereka berusaha membuka paksa, dengan cara merobek triplek karena terkunci dari dalam," paparnya.

Saat pintu terbuka, mereka menemukan dimulut keduanya masih ada buih -buih, lalu didalam ada dua cangkir berisi minuman keras yang dioplos, dan ada dua botol minuman keras yang tinggal sedikit lagi.

"Lalu makanan ciki-cikian, keduanya sempat minum air mineral karena ada dua botol air mineral yang sudah dibuka, satu masih dipegang oleh Dedi," terangnya.

TKP Cafe Gaul dipasangi garis polisi, Rabu (15/1/2020).
TKP Cafe Gaul dipasangi garis polisi, Rabu (15/1/2020). (EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMSEL.COM)

Alex menuturkan, sebelum pristiwa naas itu terjadi berdasarkan keterangan saksi-saksi yang dimintai keterangan sudah menaruh curiga dengan prilaku Hani beberapa hari terakhir.

"Teman-temannya itu merasa agak aneh, karena selalu mengatakan kepada teman-temannya, saya tetakhir disini dan ingin pulang. Memang ada ucapan-ucapan seperti itu," terangnya.

Sebelumnya warga Jl. Soekarno Hatta, Kelurahan Belalau I, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Rabu (15/1/2020) kemarin mendadak heboh setelah menemukan keduanya tewas mengenaskan dengan kondisi bersebelah di dalam kamar Cafe Gaul.(Joy)

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved