Berita OKI

Baru 2 Bulan Bebas, Raden Kembali Ditangkap Hendak Edarkan Narkoba di Tulung Selapan

Raden sebelumnya pernah juga mendekam di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Tanjung Raja dengan kasus sama kepemilikan narkoba

Baru 2 Bulan Bebas, Raden Kembali Ditangkap Hendak Edarkan Narkoba di Tulung Selapan
Tribun Sumsel/ Winando Davinchi
Raden (41 tahun), kurir ekstasi diamankan Polres OKI (12/1/2020), dinihari lalu. 

TRIBUNSUMSEL KAYUAGUNG-Raden (41 tahun), kurir ekstasi diamankan Polres OKI (12/1/2020), dinihari lalu.

Raden sebelumnya pernah juga mendekam di Lembaga Permasyarakatan (Lapas) Tanjung Raja dengan kasus sama kepemilikan narkoba.

Namun baru dua bulan bebas warga Desa Tanjung Seteko, Kecamatan Indralaya, Kabupaten Ogan Ilir (OI) ini kembali mengedarkan narkoba.

Bahkan jumlahnya kali ini lebih besar.

Kapolres OKI, AKBP Donni Eka Syaputra didampingi Kasatresnarkoba Polres OKI, Iptu Agung mengatakan, Raden diamankan sebelum sempat mengedarkan 890 butir ekstasi berwarna merah muda.

Pelaku Bullying di Palembang Anak Putus Sekolah, HG Malu Sekolah Tak Punya Motor

"Ratusan butir narkotika jenis ekstasi ketika itu akan diedarkan di Desa Tulung Selapan Ulu, Kecamatan Tulung Selapan, Kabupaten OKI,"

"Namun belum sempat mengedarkan, tersangka berhasil diamankan saat bersama beberapa orang rekannya yang melarikan diri waktu penggerebekan," jelas Kapolres saat melakukan press release di Mapolres OKI, Kamis (16/1/2020).

Dijelaskan lebih lanjut bahwa saat ini kedua orang pelaku yang masih buron masih terus dilakukan pengejaran.

"Tersangka ketika ditanya hanya menyebutkan inisial temannya, dia juga tidak menyebutkan di mana rumah rekannya tersebut jadi perlu kami dalami lagi ke mana larinya dua orang tersebut, untuk kemudian ditangkap" ujarnya.

Kepolisian juga masih mendalami dari manakah tersangka memeroleh narkoba tersebut.

"Kita menyakini bahwa terdapat dalang di balik semua ini, nah itulah yang masih terus kita dalami," ujarnya.

Ketika wartawan langsung menanyakan kepada tersangka, ia mengaku hanya diajak oleh temannya dan tidak mengetahui bahwa akan mengedarkan ekstasi.

Kantor Cabang Travel Bintang Mas Tak Tahu Penumpang Bernama Sarip, Korban Tewas di Rawa Indralaya

"Saya cuma di ajak kawan dan bukan saya yang bawa (ekstasi), waktu digrebek juga tidak tahu apa-apa, malah teman yang ngajak saya kabur," ungkap Raden tidak ingin mengakuinya.

Tersangka juga mengungkapkan bahwa barang haram tersebut bukan dirinya yang membawa, meskipun faktanya berdasarkan hasil tes yang dilakukan kepolisian tersangka positif menggunakan narkoba.

Dalam kasus tersebut tersangka dapat dikenakan pasal 114 ayat 2 atau 112 ayat 2 UU nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman maksimal penjara seumur hidup atau denda Rp 8 miliar serta kepemilikan senjata tajam dikenakan juga pada 2 ayat 1 UU nomor 12 tahun 1951 dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Penulis: Winando Davinchi
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved