Sejoli Meninggal di Cafe

Sejoli Meninggal di Kafe Lubuklinggau, Korban Pria Ternyata Sudah Berkeluarga

Zuraini (48 tahun) ayuk kandung Dedi mengaku tak menyangka adik kandungnya akan meninggal dunia dengan cara tragis.

Sejoli Meninggal di Kafe Lubuklinggau, Korban Pria Ternyata Sudah Berkeluarga
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMSEL.COM
Dua kantong jenazah yang berisi dua sejoli yang tewas di sebuah Cafe di Lubuklinggau. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Dua sejoli Hani Safira (22 tahun) warga Nagrek, Bandung, Jawa Barat dan Dedi Ariyesta (40 tahun) warga Jalan Kancil Putih, Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat 1, Palembang ditemukan tewas mengenaskan.

Keduanya ditemukan tewas di dalam kamar Cafe Gaul, Jl. Soekarno Hatta, Kelurahan Belalau I, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Rabu (15/1/2020) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

Saat ditemukan keduanya tidur bersebelahan Dedi dalam kondisi terlentang masih mengenakan pakaian lengkap, sedangkan Hani dalam kondisi tidur disampingnya.

Zuraini (48 tahun) ayuk kandung Dedi mengaku tak menyangka adik kandungnya akan meninggal dunia dengan cara tragis.

"Sekira pukul 11.00 WIB adek bungsu Lin ngabari (menelpon) dari Palembang, menyuruh untuk datang ke RS Sobirin, mengatakan kak Dedi ada di rumah sakit," ungkap Zuraini pada Tribunsumsel.com.

Ketika mendapat kabar itu, Zuraini tengah berada di rumahnya di Desa Durian Remuk, Kecamatan Muara Beliti, Kabupaten Musi Rawas.

Ia pun langsung bergegas mengajak anaknya pergi ke RS Sobirin.

"Awlanya saya kira dia kecelakaan, biasa, karena maklum dia (Dedi) sopir travel, tau-tau ketika tanya-tanya petugas ternyata sudah ada di kamar mayat," ujarnya.

Mendapat kabar itu, Zuraini langsung shock karena melihat adiknya itu sudah ada di dalam lemari pendingin.

Halaman
1234
Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved