Pak Kades Tega Oplos Beras Miskin Demi Keuntungan, Rugikan Warga dan Negara Sampai 200 Juta

Kali ini Kepolisian Resor Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) membongkar praktik Korupsi yang selama ini dijalankan oleh oknum perangkat desa.

Pak Kades Tega Oplos Beras Miskin Demi Keuntungan, Rugikan Warga dan Negara Sampai 200 Juta
ISTIMEWA
Sukarman yang merupakan Kades aktif di Desa Ulak Jermun, Kecamatan Sirah Pulau Padang ditetapkan sebagai tersangka kasus beras oplosan yang merugikan negara Rp.239.677.068, Rabu (15/1/2020). 
TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG -- Kali ini Kepolisian Resor Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) membongkar praktik Korupsi yang selama ini dijalankan oleh oknum perangkat desa.

Pelaku yang tertangkap tersebut melakukan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) terhadap Penyalahgunaan wewenang dan Jabatan serta penyelenggaraan terhadap Beras Sejahtera atau Rastra.

Kapolres OKI, AKBP Donni Eka Syaputra melalui Kabag Humas Polres OKI, AKP Iryansyah mengungkapkan pelaku yang merupakan Kepala Desa Ulak Jermun, Kecamatan Sirah Pulau Padang telah ditetapkan sebagai tersangka.

"Unit Tipikor SAT Reskrim Polres OKI, telah melakukan Penetapan dan Penahanan terhadap Tersangka Sukarman yang merupakan Kades aktif di Desa Ulak Jermun," ucapnya kepada wartawan Tribunsumsel.com, Rabu (15/1/2020) pagi.

Dijelaskannya, awal mula kejadian yaitu Jum'at (12/7) lalu petugas bersama warga mendatangi pabrik milik Kades Ulak Jermun berada di RT 06, Desa Ulak Jermun yang selama ini dicurigai.

"Benar saja sekitar jam 01.00 WIB dini hari Personil Polsek SP Padang dibantu masyarakat Desa Ulak Jermun, melakukan Operasi Tangkap Tangan (OTT) diduga kuat tindak Kegiatan Pengopolosan beras bersubsidi Rastra (Dari Pemerintah) di dalam Pabrik Milik Kades," jelasnya.

Setelah sebelumnya kabar tersebut sempat menjadi viral di media sosial maupun media online, berdasarkan kejadian tersebut unit Tipikor Satreskrim Polres OKI segera melakukan penyelidikan.

"Setelah melakukan penyelidikan mendalam, kemudian petugas melakukan koordinasi dengan pihak Dinas Inspektorat (APIP), Bulog, Dinas Sosial, dan Kortek RI sehingga diketahui negara mengalami kerugian Rp.239.677.068," tegasnya.

Kemudian, tersangka beserta barang bukti telah dibawa dan diamankan ke Mako polres OKI guna melakukan pemeriksaan mendalam.

Adapun barang bukti yang telah diamankan antara lain :
• 56 Karung Beras masih tersegel belum terbuka.
• 31 Karung Beras sudah terbuka tetapi belum dipindahkan.
• 31 Karung sudah kosong.
• 5 Karung beras sudah dalam karung biasa 50 Kg.
• 1 karung ukuran 50 kg berisi beras 10 kg.
• 13 karung kosong ukuran 50 kg.

• 1 buah corong beras.




Penulis: Winando Davinchi
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved