Sejoli Tewas di Cafe

Mister Pasangan Kekasih Tewas Dalam Kafe, Diduga Campurkan Miras dengan Benda Aneh Mirip Tawas

Hani Safira (22 tahun) warga Nagrek, Bandung, Jawa Barat dan Dedi Ariyesta (40 tahun) warga Jalan Kancil Putih, Demang Lebar Daun, tewas

Penulis: Eko Hepronis | Editor: Prawira Maulana
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMSEL.COM
Kasat Reskrim Polres Lubuklinggau 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Hani Safira (22 tahun) warga Nagrek, Bandung, Jawa Barat dan Dedi Ariyesta (40 tahun) warga Jalan Kancil Putih, Demang Lebar Daun, Kecamatan Ilir Barat 1, Palembang ditemukan tewas mengenaskan.

Keduanya ditemukan tewas mengenaskan di dalam kamar Cafe Gaul, Jl. Soekarno aq Kelurahan Belalau I, Kecamatan Lubuklinggau Utara I, Rabu (15/1/2020) pagi sekitar pukul 05.00 WIB.

Saat ditemukan Dedi dalam kondisi terlentang masih mengenakan pakaian lengkap, sedangkan Hani dalam kondisi tidur disebelahnya.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono melalui Kasatreskrim, AKP Alex Andriyan mengatakan telah melakukan olah TKP dilokasi kejadian dan telah memasang Police Line.

"Kami telah melakukan pemeriksaan kepada 11 karyawan, termasuk pemilik Cafe Gaul," kata Alek pada Tribunsumsel.com, Rabu (15/1).

Menurut keterangan saksi yang dilakukan pemeriksaan Hani merupakan pekerja di Cafe Gaul sedang Dedi merupakan sopir travel Ratu Intan.

Breaking News: Sepasang Kekasih Tewas Dalam Cafe, Pria Warga Palembang Perempuan dari Jawa Barat

"Keterangan dari saksi yang kita lakukan pemeriksaan, Dedi selalu datang menemui Hani, pengakuan saksi mereka sudah lama saling kenal," ungkapnya.

Ceritanya Dedi datang pukul 24.00 WIB Rabu dini hari, mereka mengobrol hinggal pukul 01.00 WIB di lantai dasar tempat tamu berkunjung.

Sekitar pukul 02.00 WIB mereka masuk kamar, berdasarkan olah TKP disana (Cafe Gaul) ada empat kamar yang disekat-sekat terbuat dari triplek.

"Hani dan Dedi dikamar No 3 dari empat kamar sekat, kurang lebih sekira pukul 05.00 WIB teman Hani yang tidur di sebelah kanan dan kirinya terbangun, karena mendengar suara ngorok," ujarnya.

Mendengar suara ngorok keras itu teman-temannya lansung keluar memanggil pemilik Cafe, kemudian dari atas sekat mereka mengintip melihat Hani dan Dedi dalam keadaan kejang-kejang dan ngorok.

"Tidak lama berselang mereka melihat sudah tidak bergerak.
Setelah itu sekira pukul 06.00 WiB pagi, mereka menelpon Polsek dan Polres Lubuklinggau," paparnya.

Kemudian jenazah keduanya dibawa ke IGD rumah Sobirin Kota Lubuklinggau, sementara dari kamar Hani ditemukan jajanan Ciki, minuman Air Mineral, dua jenis minuman miras.

"Disana juga ditemukan bongkahan warna hitam putih dalam plastik hitam yang diduga awal jenis tawas atau mungkin putas," terangnya.

Hasil pengecekan awal di TKP oleh tim Inafis dan dokter Polres Lubuklinggau keduanya meninggal diduga akibat keracunan minuman yang mereka campur dengan bongkahan putih.

"Minuman itu diracik oleh korban bersama bongkahan putih itu, tanda-tanda kekerasan tidak ada tanda-tanda lebam-lebam, laki-laki terlentang mulutnya berbusa, cewek disebelahnya," ujarnya.(Joy)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved