Maret 2020 Jalan Nasional di Sumsel Sudah Pengaspalan, Target Mulus Saat Lebaran

Perbaikan jalan nasional yang menghubungkan provinsi Sumsel dan Jambi, jalan lintas timur Sumatra, telah dimulai sejak awal tahun

Maret 2020 Jalan Nasional di Sumsel Sudah Pengaspalan, Target Mulus Saat Lebaran
Sripo/ Beri Supriyadi
Ilustrasi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Perbaikan jalan nasional yang menghubungkan provinsi Sumsel dan Jambi, jalan lintas timur Sumatra, telah dimulai sejak awal tahun ini dan diharapkan sudah bisa digunakan pada lebaran 2020.

Kepala Satuan Kerja (Kasatker) PJN Wilayah I Provinsi Sumsel Dedy Mandarsyah mengatakan, diperkirakan pada Maret mendatang sudah bisa dilakukan pengaspalan dan overlay untuk beberapa titik.

“Dikarenakan waktunya sangat terbatas, kami ingin di beberapa titik saat mudik lebaran jalan ini sudah diperbaiki,” kata Dedy, Selasa (14/1/2020).

Dedy menjelaskan, setelah dua tahun proyek pengerjaan jalan Betung-Batas Jambi mengalami gagal kontrak akhirnya paket pengerjaan jalan ini disetujui oleh pemerintah pusat dengan target selesai 30 Desember 2020.

Sebelumnya kontrak kerja perbaikan jalan lintas timur Palembang hingga perbatasan Jambi mengalami gagal kontrak hingga empat kali sejak tahun 2017.

Akibatnya, perbaikan jalan tidak dapat dilakukan secara maksimal karena hanya menggunakan dana transisi sekitar Rp30 miliar untuk sebatas membuat jalan tetap fungsional.

Dua tahun tanpa penanganan, diakui Dedy kondisi jalan mengalami kerusakan cukup parah. Khusus di Bayung Lincir, Kabupaten Musi Banyuasin, pemerintah akan melakukan pengecoran kurang lebih sejauh 2 km karena jalan sudah berlumpur. Sedangkan jalan dari Palembang - Betung, pemerintah akan melebarkan jalan sejauh 1 km dimulai dari KM 14.

“Kami menargetkan 2020 ini jalan nasional di wilayah Sumsel dalam kondisi mantap dan dapat dilewati nyaman oleh pengendara,” jelasnya.

Disebutkan Dedy, ada tiga proyek yang sudah ditandatangani untuk perbaikan jalan lintas timur batas Palembang hingga batas Jambi. Untuk paket pertama Batas Kota Palembang-Betung sejauh 55,8 km dengan panjang efektif 21,08 km, dana Rp124 miliar yang dikerjakan PT Wasko.

Paket kedua, Betung - Sungai Lilin-Peninggalan sejauh 77,74 km dengan panjang efektif 36 km, dana Rp209,6 miliar yang dikerjakan PT Adi Karya. Paket ketiga, Peninggalan - Batas Jambi sejauh 90,15 km dengan panjang efektif 39 km, dana Rp193 miliar yang dikerjakan PT Yasa Patria Perkasa.

Dia menambahkan, ketiga paket pekerjaan tersebut sudah dikerjakan oleh pihak kontraktor sejak Januari 2020 dan saat ini sedang tahapan rekayasa lapangan untuk rekondisi pekerjaan.

“Ketiga paket pekerjaan ini serentak dikerjakan karena kami dikejar waktu, dan bakal dihadapkan pada medan jalan yang berat,” kata dia.

Menurut Dedy, perbaikan jalan lintas timur ini menjadi tantangan tersendiri karena padatnya lalu lintas di kawasan tersebut. Saat kerusakan parah terjadi pada 2017 akhir, waktu tempuh Palembang - Jambi mencapai 14 jam dari yang seharusnya hanya memakan waktu sekitar 6-7 jam.

Selama perbaikan jalan pihaknya juga akan melakukan rekayasa lalu lintas agar tidak terlalu menyebabkan kemacetan dan mempersulit aktivitas masyarakat.

“Kami juga meminta masyarakat untuk bersabar selama pekerjaan ini, seperti diketahui bahwa kawasan tersebut rawan kemacetan, terutama di titik-titik yang cukup parah kerusakannya yakni di Bayung Lincir dan Sungai Lilin (Musi Banyuasin),” ujarnya.(mg3)

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved