Pipa Pecah Kena Kepala Supriyadi, Pekerja Migas Tewas Kecelakaan Kerja

Kecelakaan kerja terjadi di salah satu perusahaan Migas yang beroperasi di wilayah Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI)

Pipa Pecah Kena Kepala Supriyadi, Pekerja Migas Tewas Kecelakaan Kerja
RAIGAN/SRIWIJAYAPOST
Erkomsiatun istri korban Supriyadi yang tewas kecelakaan kerja perusahaan migas di Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALI -- Kecelakaan kerja terjadi di salah satu perusahaan Migas yang beroperasi di wilayah Kecamatan Tanah Abang Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) tepatnya pada Rig pengeboran milik PT EPI yang dikontrak PT PPM, sehingga menewaskan salah satu pekerjanya.

Kejadian tersebut berlokasi tepatnya di Candi 03 Talang Gula Desa Sukamanis Kecamatan Tanah Abang Kabupaten PALI, Kamis (9/1/2020) kemarin sekitar pukul 11.00 WIB.

Akibatnya kejadian tersebut, satu pekerja meninggal dunia bernama Supriyadi (49) warga Rejosari Kelurahan Talang Ubi Utara Kecamatan Talang Ubi Kabupaten PALI, sementara dua pekerja lainnya mengalami luka dan harus dilarikan ke rumah sakit.

Diketahui, PT PPM sendiri saat ini tengah mengerjakan proyek pengeboran milik PT QEI (Queen Energy Indonesia) salah satu perusahaan kerja sama operasional (KSO) atau subcon Pertamina Asset 2 Field Adera.

Kejadian tersebut diketahui dari keluarga korban, Erkomsiatun (46) yang merupakan istri korban Supriyadi mengatakan, bahwa dirinya mendapat kabar pada Kamis (9/1/2020) sekira pukul 13.30 WIB dari teman kerja suaminya, bahwa suaminya Supriyadi mengalami kecelakaan kerja.

"Kami langsung berangkat ke Tanah Abang, tapi di tengah jalan kami dikabari bahwa suami saya sudah meninggal," ungkap Erkomsiatun, istri korban Supriyadi, Senin (13/1/2020).

Ia mengatakan, saat itu korban langsung dibawa pulang ke rumah duka dan saat ini telah dikebumikan.

Pihak perusahaan, lanjutnya sudah ada yang sempat datangi rumah duka.

"Pihak perusahaan memang sudah datang mengucapkan bela sungkawa dan memberikan gaji suami saya selama 10 hari. Karena suami saya statusnya masih pekerja harian. Jadi, masa kerja baru satu bulan, sejak tanggal 13 Desember 2019." jelasnya.

"Namun sangat disayangkan, pihak perusahaan tidak menceritakan kronologi kejadiannya," tambahnya.

Halaman
12
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved