47 Keluarga Penerima PKH Mengundurkan Diri, Kini Punya Usaha dan Malu Dipasangi Stiker Miskin

Sebanyak 47 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Lubuklinggau memilih graduasi mandiri atau mengundurkan diri.

47 Keluarga Penerima PKH Mengundurkan Diri, Kini Punya Usaha dan Malu Dipasangi Stiker Miskin
ISTIMEWA
Kepala Dinas Sosial Kota Lubuklinggau AH Ritonga

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Sebanyak 47 Keluarga Penerima Manfaat (KPM) Program Keluarga Harapan (PKH) di Kota Lubuklinggau memilih graduasi mandiri atau mengundurkan diri.

Kepala Dinsos Kota Lubuklinggau, AH Ritonga mengatakan mulai bertambahnya KPM PKH yang mengundurkan diri dengan berbagai alasan, termasuk adanya rencana pemasangan stiker setiap rumah KPM PKH.

"Penyebabnya KPM memilih mundur karena sudah punya usaha, merasa masih bisa berusaha memenuhi kebutuhan, hingga malu akan dipasang stiker," kata Ritonga pada wartawan, Senin (13/1).

Ritonga pun berharap kedepan pemasangan stiker di rumah KPM PKH bisa membuat mereka yang sudah tidak layak menerima merasa malu dan mau mengundurkan diri untuk menerima bantuan.

"Karena saat ini, masih minim KPM yang mau dengan suka rela mengundurkan diri ketika sudah tidak layak atau tidak memenuhi persyaratan untuk menerima PKH," ujarnya.

Ritonga menyebutkan hasil final closing tahap 1 2020 diajukan sebanyak 6.451 KPM, ditambah 669 hasil validasi yang sudah berhasil Burekol (Buka Rekening Kolektif).

"Jadi total untuk tahap 1 tahun 2020 ada 7.120 KPM. Insya Allah akan disalurkan dari Kementerian sosial RI kepada penerima manfaat pada Januari 2020 ini namun jadwal pastinya kita belum terima," katanya.

Ritonga menambahkan pemerintah Kota (Pemkot) Lubuklinggau berencana memasang stiker bukan untuk penerima PKH saja melainkan termasuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)

"Untuk KPM PKH, melalui pendamping PKH pihaknya sudah melakukan sosialisasi terkait rencana ini. Dampaknya setelah kita sosialisasikan, beberapa KPM PKH ada yang sudah mawas diri dan memilih untuk mundur," paparnya.

Namun ada juga yang pura-pura tidak tahu, padahal tujuan dari pemasangan stiker ini untuk mengedukasi penerima BPNT dan KPM PKH. Mereka yang merasa tidak pantas lagi malu ketika rumahnya dipasang stiker.

"Karena aturannya jelas berdasarkan surat edaran dari Kemensos RI No.1000/LJS/HM.01/6/2019 tentang labelisasi KPM PKH. Salah satu isinya mendukung pemasangan stiker," tambahnya. (Joy)

Penulis: Edison
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved