Kisah Dandi dari OKI yang Tak Terbukti Membunuh, Bela Ayah Saat Ditodong Pistol

Pada beberapa hari lalu (9/1), Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI)

ISTIMEWA
Dandi. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Pada beberapa hari lalu (9/1), Majelis Hakim Pengadilan Negeri Kota Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) memutuskan terdakwa Dandi (33) lepas dari segala tuntutan hukum.

Terdakwa melakukan sesuatu yang bukan termasuk suatu tindak pidana karena terdakwa membela ayahnya yang sedang terancam nyawanya karena akan ditembak oleh korban.

Untuk itu, wartawan Tribunsumsel.com berusaha menggali informasi lebih jauh dengan menghubungi pihak orang tua terdakwa, yang berperan sebagai saksi di dalam kasus ini.

Tempat kejadian perkara berada di rumah orangtua terdakwa, Beni yang beralamat di Desa Sungai Jeruji Kecamatan Cengal Kabupaten OKI dan peristiwa terjadi pada 24 Juni 2019 pukul 17.00 WIB.

Kepada Tribunsumsel.com, Beni, orangtua Dandi menuturkan masalah ini merupakan kesalahpahaman antara dirinya dan Catut yang menjadi korban.

"Jadi awalnya itu saya mau beli kebun yang mana di kebun itu banyak pohon-pohon kayu yang bisa dijual kembali," ungkap Beni mengawali cerita, Sabtu (11/1/2020).

Dilanjutkan Beni, dalam masalah ini Catut berperan sebagai perantara Beni untuk membeli tanah, namun Catut justru mengingkari perjanjiannya dengan Beni karena menaikkan harga kebun tersebut.

"Saya minta tolong Catut untuk mencarikan kebun, sudah dapat kebunnya tapi sama Catut harganya dilebihkan tidak sesuai dengan perjanjian awal," tuturnya.

Kemudian karena Beni merasa harga terlalu tinggi maka ia tidak jadi membeli kebun tersebut.

"Ya gimana mas, harganya dilebihkan dan menjadi sangat tinggi. Lebih baik saya tidak jadi saja membeli kebun tersebut," katanya.

Halaman
12
Penulis: Winando Davinchi
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved