Festival Buah

Banyak Buah Eksotis di Festival Buah, Dari Durian Hutan Sampai Kelengkeng Merah

Opening ceremony festival buah di Griya Agung resmi dibuka pada pukul 10.00 tadi (11/1).

Banyak Buah Eksotis di Festival Buah, Dari Durian Hutan Sampai Kelengkeng Merah
Novaldi/TRIBUNSUMSEL
Kelengkeng merah di Festival Buah. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Opening ceremony festival buah di Griya Agung resmi dibuka pada pukul 10.00 tadi (11/1).

Acara tersebut resmi dibuka oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru, dan dihadiri oleh Dihadiri oleh Mayjen TNI Irwan S.IP, M,Hum, dan Kapolda Sumsel Irjen Pol Priyo Widyanto.

Berdasarkan pantauan wartawan tribunsumsel, stand-stand yang diisi tidak hanya menyediakan olahan buah, namun juga bibit siap tanam dan pupuk kompos.

Bibit siap tanam yang dijual sangat bervariasi, mulai dari bibit biasa hingga bibit pohon impor.

Saat wartawan tribun memeriksa tiap stand, ditemukan buah-buah eksotis seperti kelengkeng merah (rubylongan) durian pelangi, dan sawo impor dari Afrika Selatan (mame sapotek magana).

Menurut Arie (38), kelengkeng merah tidak berbeda dengan kelengkeng biasa, yang membedakan hanya warna.

"Cuma warna saja bedanya, lebih bagus kelihatannya, cuma daging buahnya tipis," ujar Arie

Selain itu, ditemukan buah-buahan lokal asli Sumsel, seperti asam paye/kelumbi, dan durian hutan yang ada di stand TP PKK Kabupaten Pali.

Menurut penuturan salah satu petugas penjaga stand Inke (23), bau durian hutan tidak menyengat, selain itu alkohol durian hutan juga sedikit.

"Kalo durian hutan cuma bisa di temukan di hutan saja, tapi sudah kami coba budidayakan , bedanya dengan durian lain, yang ini baunya tidak memyengat, alkoholnya juga sedikit," jelas inke.

Selain bibit pohon dan buah-buahan, ditemukan juga, biji kopi luak liar, yang dijual dan dipamerkan di stand binaan pertamina.

Menurut penuturan Yogi (29) pembina CSR pertamina Prabumulih menjelaskan, kopi luak liar rasanya lebih bervariatif.

"Kalo dari segi rasanya kopi dari luak liar lebih enak, karena luaknya bebas, jadi makanannya buah-buahan, beda kalo luak peliharaan, makanannya ya kopi itu aja," jelas Yogi.

Acara festival buah ini telah dimulai tanggal 10 hingga 12 januari dari pukul 08.00, hingga pukul 17.00 sore.

Penulis: Novaldi Hibaturrahman
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved