Timnas Indonesia
Susunan Resmi Pelatih Timnas Indonesia, U-16, U-20, U-22, dan Senior, Tak ada Nama Fakhri Husaini
Susunan Resmi Pelatih Timnas Indonesia, U-16, U-20, U-22, dan Senior, Tak ada Nama Fakhri Husaini
Susunan Resmi Pelatih Timnas Indonesia, U-16, U-20, U-22, dan Senior, Tak ada Nama Fakhri Husaini
TRIBUNSUMSEL.COM - Susunan kepelatihan timnas Indonesia di bawah Shin Tae-yong akhirnya terjawab sudah.
Tak hanya itu, susunan kepelatihan tersebut juga mencakup pada level timnas U-16, U-20, U-22, serta senior.
Untuk timnas Indonesia, Shin Tae-yong dipercaya menjadi pelatih kepala skuad senior.
Untuk asisten pelatihnya, PSSI menunjuk Indra Sjafri sebagai juru taktik lokal.
Namun, Shin Tae-yong juga membawa dua pelatih dari Korea Selatan yakni Kim Hae-won, serta Lee Jae-hong.
Pada level timnas U-22 Indonesia, Indra Sjafri dipercaya menjadi pelatih kepala dengan ditemani oleh Nova Arianto dan rekan sejawat Shin Tae-yong, Kim Woo-jae.
Menurun ke timnas U-20, juru taktik asal Korea Selatan yang dibawa Shin Tae-yong, Gong Oh-kyun didapuk menjadi pelatih utama dan ditemani oleh Nova Arianto.
Terakhir pada level timnas U-16, tidak ada perubahan pelatih dan masih akan dipimpin oleh Bima Sakti, dibantu Indriyanto Nugroho, Firmansyah, dan Markus Horison.
Selain pelatih timnas Indonesia, Shin Tae-yong juga bertindak sebagai manajer timnas Indonesia pada semua level.
"Jadi strukturnya saya untuk timnas U-20 bersama dengan Gong Oh-kyun, yang merupakan asisten Shin Tae-yong dari Korea Selatan," kata Nova Arianto.
"Lalu, timnas U-22 itu ada coach Indra Sjafri bersama saya. Level senior itu ada coach Shin Tae-yong, Indra Sjafri, dan Kim Hae-won," ucap Nova Arianto menambahkan.
Lebih lanjut, Nova Arianto mengatakan, bila tidak ada turnamen internasional pada setiap level timnas Indonesia, para jajaran pelatih bisa fokus ke senior.
Ia juga mengatakan tidak ada jajaran pelatih untuk timnas U-23 Indonesia karena belum ada even apapun pada 2020.
"Jadi kami semua bisa saling bantu membantu," kata Nova Arianto.
Fakhri Husaini Tak Bisa Latih Klub Indonesia
Fakhri Husaini tak akan bisa melatih klub-klub peserta Liga Indonesia meski telah menolak jadi asisten pelatih Shin Tae-yong di timnas Indonesia.
Mantan pelatih timnas U-19 Indonesia, Fakhri Husaini, telah menegaskan sikapnya terkait tawaran dari PSSI untuk menjadi asisten pelatih timnas Indonesia.
Fakhri dengan keras menolak tawaran itu dan meminta PSSI untuk mencari asisten pelatih lain.
Menurut mantan pemain PKT Bontang itu, jabatan sebagai asisten pelatih tidak akan menambah tantangan dalam kariernya sebagai juru taktik.
"Saya sudah mengatakan tidak mau menjadi asisten pelatih. Jawaban saya sudah final," ucap Fakhri seperti dikutip Bolasport.com dari Antara.
"Sudahlah, mereka sudah temukan pelatih yang cocok, tinggal cari asisten pelatih lain saja,” kata Fakhri lagi.
Selain menolak menjadi asisten pelatih timnas Indonesia, Fakhri juga menyatakan bahwa dirinya tidak akan menerima pinangan dari klub-klub profesional di Indonesia.
Statusnya sebagai karyawan PT Pupuk Kaltim menyebabkan Fakhri tak bisa melatih klub-klub peserta Liga Indonesia.
“Saat ini saya berstatus PT Pupuk Kaltim. Selama masih menyandang status itu, saya tidak bisa melatih klub,” ujar Fakhri.
Juru taktik 54 tahun itu menjelaskan, jika melatih klub, maka dirinya akan bekerja di dua perusahaan berbeda.
Sebab, seperti diketahui, tim-tim profesional di Indonesia berada dalam naungan perusahaan berbadan hukum perseroan terbatas (PT).
Adalah hal yang berbeda saat Fakhri Husaini menjadi pelatih timnas Indonesia karena hal tersebut merupakan tugas negara.
Jika berkaitan dengan urusan negara, pelatih asal Aceh itu telah mendapat izin dari perusahaannya.
“Saya bisa melatih timnas karena itu kepentingan negara,” kata Fakhri menambahkan.
Kini, Fakhri Husaini belum menukangi tim manapun setelah kontraknya bersama timnas U-19 Indonesia yang berakhir pada 2019 tidak diperpanjang oleh PSSI.
Pelatih yang meloloskan Bagus Kahfi dkk ke putaran final Piala Asia U-19 2020 itu tengah fokus bekerja sebagai karyawan PT Pupuk Kaltim.
Di sana, disebutkan oleh Fakhri, dirinya tetap melatih sepak bola di akademi yang didirikan oleh PT Pupuk Kaltim.
“Di Pupuk Kaltim saya masih tetap melatih. Ada akademi di sini," ujar Fakhri.
"Perusahaan mempunyai program pembinaan pesepak bola muda,” tutur Fakhri mengakhiri.