Berita Pagaralam

Pagaralam Zona Merah Bencana Alam, 2 Kecamatan Ini Rawan Longsor dan Banjir Bandang

Kota Pagaralam menjadi kabupaten/kota di Sumsel yang masuk kawasan zona merah rawan bencana alam.

Pagaralam Zona Merah Bencana Alam, 2 Kecamatan Ini Rawan Longsor dan Banjir Bandang
Sripo/ Wawan Septiawan
Patriot A Mundra, Kepala BPBD Kota Pagaralam 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM-Kota Pagaralam menjadi kabupaten/kota di Sumsel yang masuk kawasan zona merah rawan bencana alam.

Status ini membuat Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) harus melakukan langka antisipasi.

Berdasarkan mitigasi yang dilakukan oleh BPBD Pagaralam, ada dua Kecamatan yang rawan bencana baik itu tanah longsor, banjir bandang sampai angin puting beliung.

Dua kecamatan tersebut yaitu Kecamatan Dempo Tengah dan Dempo Selatan.
Untuk Dempo Selatan merupakan kawasan rawan bencana longsor terutama dikawasan jalur penghubung Pagaralam-Lahat.

Sedangkan untuk Kecamatan Dempo Tengah merupakan kawasan rawan bencana banjir bandang dan angin puting beliung.

Kepala BPBD Kota Pagaralam, Patriot A Mundra mengatakan, berdasarkan hasil rapat dengan pihak BNPB Sumsel menjadi kawasan Zona Merah bencana alam.

Kota Pagaralam menjadi salah satu daerah rawan bencana.

"Kita Pagaralam masuk Zona Merah rawan bencana untuk itu setiap kepala Daerah melalui BPBD diminta siaga bencana," ujarnya.

Dengan adanya status tersebut pihaj BPBD sudah melakukan sosialisasi kepada masyarakat. Bahkan pihaknya sudah melakukan mitigasi kawasan rawan bencana.

"Mitigasi dan sosialisasi sudah kita lakukan. Bahkan kita sudah menyiagakan petugas 24 jam dengan jadwal piket," katanya.

Untuk kawasan Dempo Selatan, pihak BPBD bekerjasama dengan Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kota Pagaralam untuk menyiagakan alat berat.

Hal ini agar saat terjadi longsor dijalur utama penghubung Pagaralam-Lahat bisa langsung diatasi.

"Kita bersama dinas PU sudah menyiagakan alat berat dikawasan rawan longsor. Pasalnya jalur utama Pagaralam-Lahat sangat rawan longsor yaitu Liku Endikat dan Liku Lematang," ungkapnya. (SP/ Wawan Septiawan)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved