Prosedur Pengurusan Mengambil Kendaraan Jadi Barang Bukti Kepolisian, Bisa Status Pinjam Pakai

Saat terjadi kecelakaan lalulintas, selain memproses pihak yang terlibat kecelakaan, barang bukti berupa kendaraan juga disita polisi

Prosedur Pengurusan Mengambil Kendaraan Jadi Barang Bukti Kepolisian, Bisa Status Pinjam Pakai
Tribun Sumsel/ Agung Dwipayana
Puluhan barang bukti berupa kendaraan roda dua berjejer di area parkir Satlantas Polrestabes Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Saat terjadi kecelakaan lalulintas, selain memproses pihak yang terlibat kecelakaan, barang bukti berupa kendaraan juga disita polisi untuk kepentingan penyidikan.

Bagi pihak keluarga yang terlibat kecelakaan, mungkin menginginkan kendaraan milik mereka segera dikembalikan.

Anda sebagai pemilik kendaraan boleh mengajukan permohonan pinjam pakai atas barang milik Anda yang disita kepolisian.

Adapun prosedur untuk meminjam barang sitaan, dengan cara mengajukan permohonan kepada atasan penyidik.

Hal ini berdasarkan pada Pasal 23 Ayat 1 dan Ayat 2 Peraturan Kapolri (Perkapolri) Nomor 10 Tahun 2010 tentang Tata Cara Pengelolaan Barang Bukti di Lingkungan Polri.

Namun ada beberapa hal yang harus diperhatikan sebelum mengambil kendaraan yang dijadikan barang bukti oleh pihak kepolisian.

1. Untuk kendaraan yang ditahan sebagai barang bukti karena perkara tertentu, seperti terlibat kecelakaan, kendaraan yang digunakan dalam tindakan kejahatan, pemilik dapat mengajukan Surat Pinjam Pakai Kendaraan pada pihak kepolisian.

Kasat Lantas Polrestabes Palembang, Kompol Arif Harsono menerangkan, tidak semua kendaraan dapat segera dipinjampakaikan, perlu dilihat terlebih dahulu perkara apa yang melibatkan kendaraan tersebut.

Kemudian apakah penyidikan perkara yang melibatkan barang bukti berupa kendaraan tersebut sedang berlangsung atau sudah rampung.

"Apabila barang bukti tidak dipinjampakaikan, berarti perkaranya masih disidangkan di pengadilan," kata Arif kepada TribunSumsel.com, Senin (6/1/2020).

2. Apabila sidang perkara sudah selesai, barang bukti berupa kendaraan bisa diambil sesuai petunjuk pengadilan.

"Kendaraan dapat diambil setelah perkara diputuskan di persidangan. Pemilik kendaraan silakan membawa kartu identitas, STNK maupun BPKB untuk dicocokkan dengan pelat nomor serta nomor rangka dan mesin kendaraan. Untuk kendaraan yang disita karena ditilang dan pajaknya belum lunas, silakan lunasi dulu pajaknya," papar Arif.

Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved