Kontraktor Diberi Deadline 50 Hari, Proyek Pembangunan di Lubuklinggau Dilanjutkan

Sejumlah proyek pembangunan di Kota Lubuklinggau yang belum selesai pengerjaaan pada tahun 2019 lalu kembali dilanjutkan.

Kontraktor Diberi Deadline 50 Hari, Proyek Pembangunan di Lubuklinggau Dilanjutkan
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMCEL.COM
Sejumlah proyek pembangunan di Kota Lubuklinggau yang belum selesai pengerjaaan pada tahun 2019 lalu kembali dilanjutkan. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Sejumlah proyek pembangunan di Kota Lubuklinggau yang belum selesai pengerjaaan pada tahun 2019 lalu kembali dilanjutkan.

Pantauan Tribunsumsel.com di lapangan, Kamis (9/1) beberapa proyek yang dilanjutkan yakni pembangunan drainase, pembangunan pedestrian, gedung wali kota serta beberapa proyek lain.

Bahkan saat ini pengerjaan pembangunan kembali dilakukan oleh para pekerja siang dan malam.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Achmad Asril Asri menegaskan, jika saat ini
semua proyek pembangunan sudah dilanjutkan kembali.

"Semuanya kita lanjutkan, kemarin sempat di stop karena tutup anggaran 2019. Sekarang dilanjutkan kembali," kata Asril saat dibincangi Tribunsumsel.com beberapa waktu lalu.

Asril menjelaskan jika semua proyek tersebut masih kewajiban kontraktor karena kontraktor mempunyai waktu 50 hari pengerjaan lanjutan pasca waktu selesai bulan Desember lalu.

"Kalau tidak selesai mereka kena denda. Semakin lama pengerjaannya maka banyak denda yang mereka bayar, yang rugi mereka sendiri," ungkapnya.

Asril juga menyampaikan tahun 2020 pihaknya akan melanjutkan pembangunan pengerjaan pedestrian di Jl Yos Sudarso dari Simpang RCA-rel Kereta Api.

"Kemarin sebelah kanan pengerjaanya hampir rampung, sekarang rencananya kita bangun sebelah kiri, anggarannya sama kurang lebih Rp 6 Miliar juga," tambah Asril.

Wali Kota Lubuklinggau SN Prana Putra Sohe, Rabu (8/1) kemarin telah meninjau sejumlah proyek pembangunan yang tengah dikerjakan pemerintah kota (Pemkot) saat ini.

"Untuk pedestrian sekarang tinggal finishing lagi, karena rencananya setelah selesai kita bangun. Kita ingin setiap malam minggu disana ada car free night," ujarnya.

Kedepan ia berharap di daerah tersebut tidak ada lagi pedagang kali lima (PKL). Wali kota yang biasa dipanggil Nanan ini ingin pedestrian Lubuklinggau menyerupai pedestrian Palembang.

"Nanti kita sterilkan PKL -PKL yang berjualan di sana, karena kita inginnya disana rapi dan bersih," katanya. (Joy)

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved