Breaking News:

Pilkada Ogan Ilir

Suhu POlitik Pilkada OI Paling Tinggi, Lembaga Survei Charta Politika Sebut Petahana Terancam

Meski pelaksanaan Pilkada Kabupaten Ogan Ilir (OI) masih delapan bulan lagi, namun suhu persaingan sudah terasa.

ARIF BASUKI ROHEKAN/TRIBUNSUMSEL.COM
Pemaparan dari Charta Politika. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Meski pelaksanaan Pilkada Kabupaten Ogan Ilir (OI) masih delapan bulan lagi, namun suhu persaingan sudah terasa.

Hal ini diungkapkan lembaga survey Charta Politika, saat menggelar hasil survei, yang dilakukan pada tanggal 18-22 Desember lalu.

"Kita lakukan survei beberapa waktu yang lalu dan ini menggambarkan situasi dalam periode survey tersebut, survei pilkada di Ogan Ilir ini menarik bahwa Kabupaten Ogan Ilir yang akan pilkada september 2020 mendatang merupakan salah satu daerah di Sumsel yang suhu politiknya tinggi," Kata Direktur riset Charta politika, Muslimin.

Menurutnya, jika dilihat beberapa pemberitaan di media, ada pertarungan dua figur yg muncul di lapangan dimana awalnya bersatu dan mungkin akan pisah di pilkada kali ini.

"Artinya ada rezim kembar yang akan kembali bertarung, kalau kita lihat perkembangan AW Noviadi Mawardi pernah jadi petahana yang diback up Ayahnya Mawardi Yahya, kemudian akan bertarung melawan petahana, ya kedua figur ini cukup menonjol," Imbuhnya.

Dijelaskan Muslimin saat ini bagi petahana, semakin tinggi tingkat kepuasan petahana, maka semakin tinggi juga peluang akan terpilih kembali.

Semakin tinggi tingkat kepuasan semakin tinggi tingkat elektabikitasnya. Namun, jika kebalikan hasilnya maka peluangnya terpilih kembali akan sulit.

"Kita lihat petahana di Ogan Ilir ini, tingkat kepuasannya mencapai 60,1 persen puas, namun angka ini masih dipertengahan, harus hati-hati atau lampu kuning, karena angka itu tidak tinggi dan juga tidak rendah, ketika ada calon yang cukup populer maju maka akan tergeser," ujarnya.

Ditambahkan Muslimin, dari survei yang mereka lakukan antara petahana dan AW Noviandi Mawardi, popularitas dan elektabilitas AW Noviandi masih terbilang tertinggi meskipun penantang, AW Noviandi sempat menjabat sebentar sebagai bupati ini masih tetap tinggi elektabilitasnya.

"Ya popularitasnya bisa dikatakan tidak bergeser, jadi ini bisa jadi ancaman bagi petahana, bisa dikatakan penantang rasa petahana," ucapnya.

Dilanjutnya ada beberapa hal yang membuat suara AW Noviandi Mawardi tidak bergeser, yakni peran dan nama besar dan popularitas Bupati Ogan Ilir 2 Periode yakni Mawardi Yahya masih sangat kuat di Kabupaten Ogan Ilir.

"Selain itu faktor masyarakat yang ingin pemimpin muda juga sangat berpengaruh, nah tentunya ini sangat menguntungkan bagi calon bupati yang berusia muda," tandasnya seraya survei dengan melibatkan 400 responden yang tersebar di 16 Kecamatan yang ada.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved