Breaking News:

Penangkapan Harimau

Satgas Pasang 8 Kamera dan Perangkap Tanggulangi Teror Harimau di Sumsel

Satgas pun telah melakukan upaya pemasangan 8 unit kamera trap dan satu unit box trap di beberapa titik yang sering terlihatnya harimau

Humas Pemprov Sumsel
Satgas pun telah melakukan upaya pemasangan 8 unit kamera trap dan satu unit box trap di beberapa titik yang menurut laporan sering terlihatnya harimau tersebut. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Gubernur Sumatera Selatan (Sumsel) Herman Deru memberikan perhatian khusus terhadap keresahan masyarakat di kota Pagaralam, Kabupaten Lahat dan Muaraenim.

Warga tiga kabupaten itu dalam dua bulan ini mendapat teror serangan harimau.

Pemprov Sumsel sudah membentuk Satgas khusus yang terdiri dari Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Wilayah II Lahat Kementerian LHK, Dishut Prov Sumsel (UPTD KPH Semendo), dan berkoordinasi dengan Camat Semende Darat Laut, Kades Muara Dua dan masyarakat untuk mengantisipasi serangan harimau tersebut.

"Masalah ini sudah saya sampaikan kepada Menteri,” terang Deru saat Rakor di Pagaralam beberapa waktu lalu.

Saat ini tim Satgas pun telah melakukan upaya pemasangan 8 unit kamera trap dan satu unit box trap di beberapa titik yang menurut laporan sering terlihatnya harimau tersebut.

Kepada Dinas Kehutanan Provinsi Sumsel Panji Tjajanto mengatakan, saat ini pemasangan trap box dan kamera trap sudah hampir rampung dikerjakan.

"Ada 8 kamera trap yang kita pasang dan 1 unit box trap di Semendo. Besok hari senin pukul 07.30 akan diadakan rapat koordinasi di Pemkab Muaraenim, dalam upaya penanganan konflik harimau dan manusia ini di Kabupaten Muara Enim," kata Pandji, Minggu (29/12/2019).

Menurut Pandji, hal itu dilakukan guna melihat pergerakan harimau yang sudah meresahkan dan mengancam keselamatan manusia tersebut.

"Itu sesuai intruksi pak Gubernur. Tim Satgas juga terus berkoordinasi dengan masyarakat. Saat ini, antisipasi dan penanganan dilakukan titik-titik yang menjadi prioritas," tuturnya.

Bahkan, lanjutnya, antisipasi tersebut akan melibatkan beberapa NGO yakni FHK, WCS, ZSL. Dimana beberapa NGO tersebut akan memberikan bantuan kamera trap sebanyak 55 unit.

"Kita juga akan melibatkan beberapa pihak untuk penanggulangannya. kamera trap juga rencananya akan kita tambah yang merupakan bantuan NGO," terangnya.

Menurutnya, masuknya harimau itu keperkebunan warga diduga lantaran habitat mereka terganggu. Namun hal itu masih dalam penyelidikan.

"Namun bisa jadi juga karena terganggunya rantai makanan, sehingga harimau tersebut keluar dari habitatnya. Kita juga menghimbau agar masyarakat terus menjaga kelestarian lingkungan. Dan jangan sekali-sekali mengganggu habitat hewan," tutupnya. (rel)

Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved