Ayah Cabuli Anak

Wajah Penyeselan Bapak yang Cabuli Anaknya Hingga 60 Kali di OKU Selatan, 'Saya Khilaf'

Kasus pencabulan yang dilakukan oleh P ini terjadi di Kecamatan Buay Sandang Aji (BSA) OKU Selatan. Pelaku bahkan sudah 60 kali menggauli anak tirinya

Wajah Penyeselan Bapak yang Cabuli Anaknya Hingga 60 Kali di OKU Selatan, 'Saya Khilaf'
Tribunsumsel.com
Kasus pencabulan yang dilakukan oleh P ini terjadi di Kecamatan Buay Sandang Aji (BSA) OKU Selatan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARADUA - Seorang bapak berinisial P menyesal setelah ditangkap karena berbuat cabul terhadap anak tirinya.

Kasus pencabulan yang dilakukan oleh P ini terjadi di Kecamatan Buay Sandang Aji (BSA) OKU Selatan.

Pelaku bahkan sudah 60 kali menggauli anak tirinya.

Alasan mencabuli anak tirinya, pelaku mengaku sang istri sudah tua.

Pencabulan dilakukan sejak korban di bangku SD hingga mengenyam pendidikan di SMP.

Setelah ditangkap, P terus menyesali perbuatan bejatnya.

Terbongkarnya Aksi Cabul Ayah di Oku Selatan, Bibi Lihat Keponakannya Telanjang Bersama Pelaku

"Sekitar 60 kali saya cabuli, saya khilaf,"ujar pelaku.

Dalam pengakuan P, saat mencabuli anak tirinya ia seraya mengancam akan membunuh bila perilaku bejatnya diberi tahu kepada orang.

Tak jarang, saat melancarkan aksi cabulnya, pelaku akan membacok anaknya bila tidak mau memenuhi nafsu birahi.

Aksi pelaku terhenti setelah bibi korban mencurigai baik pelaku dan korban yang berada di rumah tanpa memakai busana.

Ovi Tetap Bisa Ikut Pilkada Meski Uji Materi Ditolak MK, Ini Kata Refly Harun Kuasa Hukumnya

Awal kecurigaan itu membuat sang bibi melaporkan ke ibu korban.

Kapolres OKU Selatan AKBP Deny Agung Andriana SIK, MH melalui Kanit Pidum Ipda Arsyad Putra Jaya mengatakan, pelaku ditangkap tanpa perlawanan di rumahnya, Kamis (19/12/2019).

Kasus pencabulan yang dilakukan oleh P ini terjadi di Kecamatan Buay Sandang Aji (BSA) OKU Selatan.
Kasus pencabulan yang dilakukan oleh P ini terjadi di Kecamatan Buay Sandang Aji (BSA) OKU Selatan. (Tribunsumsel.com)

Penangkapan, setelah polisi menerima laporan dari orang tua korban, sehingga unit PPA sigap meringkus tersangka di kediamannya.

"Pelaku akan dijerat pasal 81 ayat 1 UU Nomor 17 Tahun 2016 dengan ancaman hukuman maksimal 16 tahun penjara,"Asryad.

Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved