Breaking News:

Harimau Terkam Petani di Lahat

Soal Serangan Harimau, Anggota DPRD Lahat : Jangan Sampai Ada Kesan Petani Disalahkan

Apalagi sejak kemunculan harimau muncul banyak spekulasi apa penyebab satwa buas tersebut muncul hingga menyerang warga

Editor: Wawan Perdana
Sripo/ Ehdi Amin
Ketua DPRD Lahat, Fitrizal Homzi 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT-DPRD Kabupaten Lahat, dalam waktu dekat akan mengundang BKSDA, Pemkab Lahat, TNI-Polri termasuk juga Kepala Desa untuk membahas teror harimau yang belakangan ini kian membuat warga resah.

Apalagi sejak kemunculan harimau muncul banyak spekulasi apa penyebab satwa buas tersebut muncul hingga menyerang warga.

"Ya akan kita undang untuk duduk bersama mencari solusi agar teror harimau ini tidak meresahkan dan menambah korban jiwa. Jangan ada kesan petani yang disalahkan karena mereka berkebun di kawasan hutan lindung."

"Mereka bertani untuk bertahan hidup dan tidak ada yang bisa menjamin kehidupan mereka kalau mereka tidak berkebun seperti menyiapkan lahan di luar hutan lindung," tegas Anggota DPRD Lahat, Nopran Marjani saat dihubungi, Senin (16/12/2019).

Pengiriman 29 Kg Sabu untuk Pesta Tahun Baru di PALI Digagalkan BNN Sumsel

Tak hanya itu, pihaknya mengundang BKSDA juga ingin tahu apa saja yang sudah dilakukan belakangan ini dan yang akan datang sehingga tak ada lagi korban jiwa dan petani tak lagi resah dan bisa kembali berkebun.

"Mereka punya kewajiban menenangkan warga. Nah jika ada kendala DPRD bisa bantu misalnya tidak ada anggaran. Harimau itu bisa dideteksi. BKSDA ada gak alatnya," ujarnya.

Ketua DPRD Lahat, Fitrizal Homzi, prihatin sekaligus menyayangkan adanya korban jiwa akibat serangan harimau khususnya di Kabupaten Lahat.

Tak hanya itu, kini beredar kabar jika harimau terus meneror. Kendati demikian Fitrizal, meminta agar warga lebih bijak dalam menyikapi dan jangan mudah terpengaruh terhadap berita yang beredar mengenai kemunculan serta keganasan serangan harimau dan tidak ikut-ikutan menyebarkan apalagi kebenaran berita tersebut belum jelas.

Disisi lain, Fitrizal meminta selain melakukan observasi kiranya BKSDA juga dapat memberikan sosialisasi edukasi kepada masyarakat agar tidak terjadi konflik antara manusia dan harimau.

BKSDA Pastikan Video Hoax Penangkapan Harimau di Pagaralam

Ditambahkan Fitrizal, berdasarkan informasi dari BKSDA Sumsel lokasi munculnya atau lokasi terjadinya serangan harimau kepada warga masih dalam habitat harimau tersebut jadi hal ini bukan termasuk konflik antara manusia dan harimau.

Karena dapat dikatakan konflik antara manusia dan harimau jika lokasi kejadian terdapat di luar habitat harimau.

"Kami menghimbau warga tetap bijak dengam kemunculan harimau ini. Jangan mudah percaya isu," ujarnya. (SP/ Ehdi Amin)

Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved