Breaking News:

Harimau Terkam Petani di Lahat

Harimau Murka Tempat Tinggalnya Rusak, Kapolres Lahat Minta Hentikan Bertani di Hutan Lindung

entetan serangan harimau di Sumsel dimulai dari ketidak patuhan terhadap aturan dan ketidakpedulian terhadap alam dengan merusak habitat harimau

Editor: Wawan Perdana
Istimewa
Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Rentetan serangan harimau di Sumsel dimulai dari ketidak patuhan terhadap aturan dan ketidakpedulian terhadap alam dengan merusak habitat harimau.

Korban terbaru Mustadi (50), warga Pajar Bulan, Kecamatan Semendo Darat Ulu, Kabupaten Muara Enim yang tewas diterkam harimau saat tengah berada di hutan Ataran Pedamaran KPH Semendo, Muara Enim.

Hutan ini berbatasan langsung dengan Kecamatan Kota Agung, Kabupaten Lahat.

Kapolres Lahat AKBP Ferry Harahap dalam rilisnya mengatakan, kronologis kejadian semua dimulai dari ketidak patuhan terhadap aturan dan ketidak pedulian terhadap alam dengan merusak habitat satwa harimau ini.

Semua korban diserang harimau di hutan lindung yang merupakan habitat harimau tersebut.

Ada masyarakat yg merusak hutan lindung dengan merambah membuka hutan untuk dijadikan kebun kopi.

"Hasil dari pemeriksaan TKP polri bersama pihak BKSDA jelas bahwa para korban ini mengganggu habitat hidup mereka sehingga harimaupun murka,"

"Sebagai kapolres lahat saya mohon masyarakat agar patuh jangan lagi ada yang merambah merusak hutan lindung apalagi menjadikan lahan bercocok tanam jangan sampai ada korban yang berjatuhan lagi,"katanya, Jumat (13/12/2019).

Kapolres belum menemukan adanya aktivitas dua perusahaan di Hutan Lindung yang merusak hutan.

"Kami bersama BKSDA terus mengawasi harimau ini dan perlu diketahui masyarakat bahwa harimau adalah hewan yang dilindungi kita tidak dapat melumpuhkan harimau ketika berada dalam hutan lindung yang merupakan habitatnya"

Halaman
1234
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved