Harimau Terkam Petani di Lahat

Gubernur Sumsel Sebut Getaran Panas Bumi Turut Picu Munculnya Harimau, Ini Komentar Ahli Geologi

Gubernur Sumsel Herman Deru menyebut getaran panas bumi sebagai satu diantara penyebab munculnya harimau dari hutan lindung

Penulis: Yohanes Tri Nugroho | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNNEWS.COM/FX ISMANTO
Ilustrasi Harimau 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Gubernur Sumsel Herman Deru menyebut getaran panas bumi sebagai satu diantara penyebab munculnya harimau dari hutan lindung.

Harimau menyerang sejumlah orang di Pagaralam dan Lahat.

Ahli Geologi Universitas Sriwijaya (Unsri) Budhi Kuswan Susilo, turut angkat bicara tentang dugaan tersebut.

Menurut Budhi, getaran atau peningkatan panas bumi disebabkan oleh aktivitas gunung berapi dempo.

"Penyebab getaran bumi atau peningkatan panas bumi yang paling mungkin adalah adanya peningkatan aktivitas dari gunung berapi, di kawasan itu satu satunya adalah gunung Dempo," ungkapnya kepada Tribun.

Ia menyebut hewan memang sangat peka dan bereaksi terhadap perubahan panas bumi.

Minta Kepastian Keamanan, Muplih Berharap Harimau yang Tewaskan Pamannya Ditangkap

Jika panas bumi meningkat mereka biasanya akan turun gunung atau bermigrasi ke tempat yang aman.

Jika di pusat data pemantauan gunung dempo tidak ada sama sekali peningkatan maka dugaan getaran bumi atau peningkatan panas bumi yang menyebabkan harimau keluar dari hutan tidak tepat.

"Jika memang aktivitas dempo itu normal, maka keluarnya harimau dari hutan tidak ada kaitannya dengan aktivitas kebumian. Bisa jadi hutan yang merupakan habitatnya telah rusak," tambahnya.

Disinggung adanya eksploitasi panas bumi tak jauh dari kawasan hutan lindung, Budhi menegaskan tidak akan menyebabkan peningkatan panas bumi atau getaran bumi.

Sumber panas bumi bukan gunung api aktif.

"Itu hanya air yang masuk kedalam tanah kemudian kena batuan pemanas, dia jadi steam. Jadi uap inilah yang diambil. Ini yang disebut panas bumi," katanya.

Irian dan Istri Sempat Trauma, Lihat Langsung Harimau Sepanjang 1,5 Meter Terkam Mustadi

Ia menegaskan proses pengambilan panas bumi melalui proses pengeboran yang dilakukan juga tidak akan menimbulkan getaran bumi atau peningkatan panas bumi di kawasan yang diekspoitasi.

Diberitakan sebelumnya Gubernur Sumsel Herman Deru akan mengambil langkah-langkah untuk menyikapi keluarnya harimau.

"Soal serangan Harimau, beberapa hari lalu, saya bertemu kementerian kehutanan dan Lingkungan Hidup, termasuk saya juga berkomunikasi dengan Wako Pagaralam. Yang jelas, kami tidak tinggal diam," kata Herman Deru disela- sela rapat Paripurna DPRD Sumsel, Jumat (13/14/2019).

Menurut Herman Deru, ia mendapat laporan jika ada sekitar tujuh harimau sumatera yang saat ini berkeliaran, dan diduga karena habitatnya terganggu oleh oknum yang tak bertanggung jawab.

"Saya mendengar jawaban menteri, jika harimau itu tidak keluar dalam habitatnya sendiri, tetapi ada saja oknum warga yang berkebun dihabitat itu sehingga mereka terusik. Memang diskusi itu panjang dan tidak bisa saja saya terima begitu saja," capnya.

Heriyanto Hilang Tanpa Jejak dari 4 Hari yang Lalu, Istrinya Cemas

Selain adanya gangguan dari oknum warga, keluarnya hewan buas dan menyerang warga di wilayah Sumsel itu, ternyata juga terjadi di sejumlah wilayah di Indonesia.

"Alasan kedua, fenomena (hewan buas serang warga dan ke pemukiman) juga terjadi di Bogor berupa ular cobra, termasuk di Riau ada harimau. Ini seperti ada getaran panas bumi," tukasnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved