BI Luncurkan QRIS di Palembang, Sekarang Bayar Pembelian Pempek Cukup Pindai Kode Batang

Bank Indonesia meluncurkan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) untuk pelaku UMKM Pempek di Palembang, Jumat (13/12/2019)

BI Luncurkan QRIS di Palembang, Sekarang Bayar Pembelian Pempek Cukup Pindai Kode Batang
Sripo/ Jati Purwanti
Peluncuran Quick Response Indonesian Standard (QRIS) untuk Pelaku UMKM Pempek, Jumat (13/12/2019) 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Bank Indonesia meluncurkan Quick Response Indonesian Standard (QRIS) untuk pelaku UMKM Pempek di Palembang, Jumat (13/12/2019).

Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta menjelaskan, peluncuran aplikasi pembayaran dengan sistem pindai kode batang ini untuk mempermudah transaksi non tunai di-merchant yang dikelola oleh UMKM Pempek di Palembang.

"QRIS mengikuti tren pembayaran yang tengah berkembang juga sekaligus mengubah pola perilaku (behavior) masyarakat sekarang yang sudah tak pakai uang tunai lagi. Jadi, bayar pempek langsung pakai QRIS," katanya.

Dia mengatakan, Palembang dipilih sebagai kota peluncuran QRIS kedua setelah Banjarmasin dikarenakan keunikan khusus kota Palembang dari sisi kulinernya.

Apalagi pelaku bisnis makanan khas di Palembang banyak dan beragam.

"Dengan adanya QRIS ini nantinya para pelaku UMKM lebih mudah dalam melakukan transaksi dan tak perlu repot mencari uang kembalian," tambah dia.

QRIS (QR Code Indonesia Standard) adalah standar nasional QR Code pembayaran yang ditetapkan oleh Bank Indonesia untuk digunakan dalam memfasilitasi transaksi pembayaran di Indonesia.

QRIS yang mengusung semangat UNGGUL (UNiversal, GampanG, Untung dan Langsung). QRIS juga bertujuan untuk mendorong efisiensi transaksi, mempercepat inklusi keuangan, memajukan UMKM, yang pada akhirnya dapat mendorong pertumbuhan ekonomi, untuk Indonesia Maju.

Sampai saat ini beberapa Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) telah mengimplementasikan QRIS pada merchant-merchant di Sumsel.

Kepala Kantor Perwakilan BI Yunita Resmi Sari, lewat peluncuran QRIS ini juga diagendakan sebagai salah satu upaya sosialisasi cara transaksi terbaru yang tujuannya untuk memberikan kemudahan, efisiensi dan transparasi dalam transaksi keuangan.

Yunita menyebutkan setiap harinya produksi pempek di Palembang dari 300 pedagang pempek yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Pempek (Asppek) Palembang mencapai 6 ton dengan estimasi total transaksi Rp3 miliar per bulan.

"Angka ekonomi yang bukan main. Jadi, dengan sistem pembayaran QRIS ini akan lebih memudahkan saat transaksi pembayaran." ujarnya.

Ketua Aspek Palembang, Yeni Anggraini mengatakan menyambut baik peluncuran aplikasi QRIS tersebut.

Penerapan aplikasi yang akan segera diterapkan pada awal 2020 ini menurutnya akan membantu para pelaku usaha di bidang kuliner berbahan dasar ikan dan tepung tapioka ini.

"Pencatatan transaksi jadi tidak membutuhkan waktu lama dan lebih efisien." kata Yeni. (SP/ Jati Purwanti)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved