Berita Palembang

Polsek Gandus Ingatkan Pelajar Bahaya Narkoba dan Program Zero Senjata Tajam

Kegiatan yang dilaksanakan Polsek Gandus bersama Kelurahan Karang Anyar ini, sebagai bentuk pembinaan keamanan dan ketertiban di wilayah Karang Anyar

Polsek Gandus Ingatkan Pelajar Bahaya Narkoba dan Program Zero Senjata Tajam
Tribun Sumsel/ M Ardiansyah
Kapolsek Gandus Palembang AKP Willian Harbensyah memberikan penyuluhan terhadap pelajar Mts Pajar Sidik Palembang, Kamis (13/2/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Rentannya pelajar menjadi sasaran peredaran narkoba, membuat Polsek Gandus Palembang menggelar POLISI BAPER dan datangi pelajar yang ada di wilayah Kelurahan Karang Anyar Gandus Palembang.

POLISI BAPER merupakan program Polisi Pembina dan Penyuluh Pelajar.

Polsek Gandus untuk melakukan pembinaan dan penyuluhan terhadap pelajar.

Kegiatan yang dilaksanakan Polsek Gandus bersama Kelurahan Karang Anyar ini, sebagai bentuk pembinaan keamanan dan ketertiban di wilayah Karang Anyar.

"Kami memberikan penyuluhan tentang Bahaya Narkoba kepada Pelajar Mts Fajar Sidik dan dampaknya bagi pribadi dan keluarga. Karena saat ini peredaran narkoba snagat masif dan pelajar ini generasi penerus bangsa yang harus tahu bahaya narkoba," ujar Kapolsek Gandus Palembang AKP Willian Harbensyah, Kamis (12/12/2019).

Dihadapan para pelajar, Willian juga menjelaskan bila menggunakan narkoba bisa dijerat dengan sanksi kurungan penjara.

Tak hanya itu saja, para pelajar juga diingatkan untuk tidak membawa senjata tajam (Sajam).

Selain itu Tim dalam kegiatan POLISI BAPER Polsek Gandus Palembang juga menyampaikan program Kapolda Sumsel Irjen Pol Priyo Widyanto yakni Zero Sajam.

"Kita hilangkan kebiasaan membawa senjat tajam ketika ke luar rumah. Artinya, tidak ada lagi masyarakat yang membawa senjata tajam selain peruntukannya apalagi menggunakan senjata tajam untuk melakukan kejahatan," ujarnya dihadapan pelajar.

Salah seorang pelajar yakni Rivaldi mengungkapkan ia baru mengetahui bahaya narkoba bagi penggunanya.

"Jangan sampai kena, karena selain merusak badan juga bisa masuk penjara," katanya.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved