Bulan Ini Pertamina Telah Salurkan Biosolar B30 di Sumsel dan Lampung

Biosolar B30 mengandung minyak nabati dari kelapa sawit atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebanyak 30 persen

Bulan Ini Pertamina Telah Salurkan Biosolar B30 di Sumsel dan Lampung
Syahrul Hidayat/Sriwijaya Post
Pertamina Marketing Operation Region II Sumbagsel telah mulai mengimplementasikan penyaluran Biosolar B30 melalui beberapa Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) di wilayah Sumatera Selatan dan Lampung. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Pertamina Marketing Operation Region II Sumbagsel telah mulai mengimplementasikan penyaluran Biosolar B30 melalui beberapa Terminal Bahan Bakar Minyak (TBBM) di wilayah Sumatera Selatan dan Lampung.

Biosolar B30 mengandung minyak nabati dari kelapa sawit atau Fatty Acid Methyl Ester (FAME) sebanyak 30 persen.

Penyaluran sudah dilakukan sejak awal Desember tadi di empat TBBM di wilayah Sumbagsel.

Penyaluran Biosolar B30 Integrated Terminal Kertapati Palembang, TBBM Lahat, TBBM Lubuk Linggau, TBBM Baturaja, dan Integrated Terminal Panjang Lampung.

"Seluruh TBBM di wilayah Sumsel sudah mulai melakukan penyaluran sejak 3 Desember lalu, untuk Integrated Terminal Panjang Lampung baru mulai kita salurkan tanggal 6 Desember ini,” kata Region Manager Communication & CSR Sumbagsel, Rifky Rakhman Yusuf, Senin (9/12/2019).

Menurut Rifky, pengimplementasian penyaluran B30 sejak Desember ini dilakukan untuk memastikan mekanisme penyaluran mulai dari penerimaan bahan baku, proses blending, dan distribusi ke SPBU sudah bisa berjalan dengan baik di Bulan Januari nanti.

Dalam waktu dekat, harapannya seluruh TBBM di wilayah Sumbagsel akan mulai melakukan penyaluran perdana B30 sehingga tahun depan proses distribusinya sudah matang.

“Saat ini, baru SPBU di Provinsi Sumsel dan Lampung yang sudah menerima penyaluran Biosolar B30."

"Tugas kami selanjutnya adalah memastikan penyaluran Biosolar B30 di Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung dan dalam implementasinya Pertamina terus intens melakukan koordinasi dengan pemerintah setempat,” jelas Rifky.

Bagi Pertamina proses produksi Biosolar B30 akan lebih efisien dalam hal penggunaan bahan baku minyak mentah.

Tanpa mengurangi efek untuk performa kendaraan, masyarakat juga akan berkontribusi terhadap keasrian lingkungan karena emisi gas buang Biosolar B30 memiliki tingkat pencemaran yang lebih rendah.

"Harapannya, Biosolar B30 ini dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin oleh para konsumen setia produk-produk Pertamina,” ujar Rifky. (SP/ Jati Purwanti)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved