Breaking News:

Hari AIDS Sedunia

Kisah Ibu Hamil Terkejut Kena HIV, Tertular Oleh Kebiasaan Buruk Suami

TRIBUNSUMSEL.COM, JAKARTA-"Saya sedang hamil empat bulan, kita periksa lagi, akhirnya kami dinyatakan benar positif HIV.

tribunsumsel.com/khoiril
Ilustrasi Hari HIV AIDS Tahun 2019 

Kiki mengatakan, program ini telah dijalankan sejak tahun 2016, namun cenderung diskriminatif.

"Akhirnya yang ketahuan HIV hanya istrinya, kemudian ketika suaminya diajak tes HIV, kira-kira mau tidak dia? Mungkin ada beberapa yang mau terutama kalau memang benar dia sayang," ujar Kiki.

Menurut Kiki program ini merupakan satu penyebab diskriminasi terhadap perempuan hamil yang positif terinfeksi HIV.

Kiki mencontohkan kisah seorang anggota IPPI yang positif HIV, namun takut untuk berterus terang kepada suaminya.

Kata Kiki kecemasan rekannya tersebut ada lantaran stigma buruk yang melekat pada perempuan yang terinfeksi HIV.

Selain itu, yang menjadi kecemasan banyak ibu rumah tangga dengan HIV itu terutama ialah nasib sang anak kelak jika dicerai sang suami.

Posisi tawar perempuan yang rendah dalam lingkup sosial juga menjadi pertimbangan rekannya untuk terbuka kepada sang suami soal HIV.

"Ada anggota IPPI yang karena dia HIV positif tidak mau terbuka kepada suami karena takut diceraikan. Kecemasan mereka itu beralasan karena takut kelak anaknya tidak ada yang menafkahi, sedangkan dia tidak punya pekerjaan dan segala macam," kata Kiki.

Untuk menanggulangi penyebaran HIV pada ibu rumah tangga, Pusat Penelitian HIV/AIDS Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya menjalankan program notifikasi pasangan.

Dalam program ini setiap ibu hamil menjalani pemeriksaan HIV. Jika ibu tersebut positif, maka dia harus mengajak pasangannya untuk ikut menjalani tes.

Namun demikian, hasil pemeriksaan HIV bisa memberatkan ibu rumah tangga. Jika terbukti positif, dia harus berbicara kepada suami mengenai statusnya.

Pembicaraan tersebut bisa berakibat merugikan bagi istri. Bisa jadi dia diceraikan, meski orang yang terkena HIV lebih dulu adalah suami.

"Jadi di panduan program itu ada bagaimana si perempuan membuka status HIV ke pasangannya. Kalau tidak dilaksanakan akan dimediasi. Kami juga akan bantu memberikan konseling," ujar Advocacy Officer Pusat Penelitian HIV/AIDS Unika Atma Jaya Iman Abdurrakhman kepada Tribun. (Tribun Network/gen/deo/mba)

Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved