Rumah Pilkada Sripo-Tribun Sumsel Diharapkan Jadi Voter Education
Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel akan melaunching Rumah Pilkada 2020 pada 3 Desember 2019 di Hotel Santika Radial
Penulis: Arief Basuki Rohekan | Editor: Erwanto
PALEMBANG, TRIBUNSUMSEL.COM--Sriwijaya Post dan Tribun Sumsel akan melaunching Rumah Pilkada 2020 dan Diskusi Semarak Pilkada tanpa Kotak Kosong, pada 3 Desember 2019 di Hotel Santika Radial Palembang.
Beberapa pembicara yang bakal hadir dalam diskusi tersebut antara lain, Titi Anggraini adalah aktivis dan pengamat pemilu dan demokrasi yang kini menjabat sebagai Direktur Eksekutif Perkumpulan untuk Pemilu dan Demokrasi (Perludem).
Dr Febrian Dekan Fakultas Hukum Universitas Sriwijaya yang juga pemerhati masalah politik di Sumsel. Sementara bertindak sebagai moderator Ketua Jurusan Ilmu Komunikasi Fisip Unsri Dr Andries Lionardo SIP MSi.
KPU Propinsi Sumatera Selatan sendiri berharap, adanya kanal berita atau informasi Pilkada yang disajikan Kompas Group tersebut, bisa memberikan pendidikan bagi masyarakat Sumsel dalam menentukan sosok pemimpinnya 5 tahun kedepan.
"Dengan adanya kanal rumah Pilkada Tribun- Sripo ini, akan memberi informasi tentang Pilkada seluas-luasnya, ke berbagai stakeholders KPU, baik peserta pilkadanya, masyarakat, parpol, TNI dan Polri dan sebagainya. Harapan kami, kanal ini menjadi salah satu media pendidikan pemilih (voter education) bagi masyarakat luas, dari berbagai macam kalangan (various voter)," kata Kelly Mariana, Kamis (28/11).
Selain itu, dengan gencarnya informasi terkait persiapan dan pelaksanaan Pilkada 2020 tersebut, nanti akan banyak bakal pasangan calon yang bertarung, sehingga masyatakat memiliki pilihan sosok kepala daerahnya.
"Kita mengharapkan, banyak pasangan bakal ( calon bupati dan wakil bupati) dari berbagai latar belakang, yang mendaftar di bulan Juni 2020 nanti, dalam pelaksanaan Pilkada serentak bupati dan wakil bupati di 7 kabupaten di Sumatera Selatan," ungkapnya, seraya semua informasi tentang Pilkada di Sumsel bisa di dapatkan di kanal tersebut.
Ditambahkan Kelly, banyaknya bakal pasangan calon kepala daerah itu juga bukan hanya sekedar meramaikan, tetapi memang berkualitas.
"Semoga akan bermunculan balon- balon terbaik, daerah di 7 kabupaten yang akan berkompetisi dengan sehat, sehingga pelaksanaan Pilkada tidak minim calon, dan tidak ada kecenderungan pemilihan melawan kotak kosong di Sumsel," tandasnya.
Sementara Head of Newsroom Sriwijaya Post- Tribun Sumsel Hj L Weny Ramdiastut mengatakan, kegiatan launching Rumah Pilkada rencananya akan dilakukan langsung oleh Gubernur Sumsel H Herman Deru.
"Kami juga sudah mengundang penyelenggara pilkada dari tujuh daerah di Sumsel serta fungsionaris partai politik di Sumsel, karena dalam kesempatan tersebut akan digelar deklarasi pilkada bersih 2020 oleh seluruh kontestan dan penyelengara pilkada," jelasnya, Kamis (28/11/2019).
Dijelaskan, rumah pilkada dimaksudkan sebagai rumah bagi semua. Mulai dari kontestan, masyarakat, pengawas pemilu dan tentu penyelenggara pemilu.
"Selaiknya sebuah rumah idaman kita berharap dan harus mengondisikan agar rumah ini menjadi tempat yang sejuk untuk bernaung," jelasnya.
Sripo dan Tribun menyiapkan panggung demokrasi bagi kontestan dan penyelenggara pemilu melalui berbagai platform. Cetak, online, radio sonora/smart, youtube dan sosmed.
"Dengan tingkat keterbacaan yang tinggi, jumlah visitor per day rata-rata juta untuk 2 portal, dan berbagai keunggulan lain maka kami ingin memenuhi kebutuhan anda," capnya.
Gagasan Pembentukan Rumah Pilkada, berawal keinginan untuk memberikan pendidikan politik, yang dilakukan melalui pemanfaatan ruang di media massa.
"Tujuan pembentukan rumah pilkada, adalah untuk mengawal penyelenggaraan pemilu di Sumsel, membantu mengedukasi masyarakat akan pentingnya pemilu," tuturnya.
Selain itu, maraknya ujaran kebencian, hoaks, maupun isu SARA menunjukan kondisi literasi politik masyarakat yang masih rendah.
Literasi politik yang rendah, menyebabkan sikap sebagian masyarakat kian apatis terhadap berbagai proses demokrasi.
Kehadiran rumah pilkada 2020, diharapkan mampu membangun kesadaran politik secara rasional, yang berbasis pengetahuan dan kompetensi di bidang politik.
"Karena politik bukan hanya tentang kekuasaan semata. Namun politik pun menyangkut hak politik seseorang, untuk ikut berpartisipasi dalam menentukan kepemimpinan lewat proses pilkada," tukasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/rumah-pilkada-2020.jpg)