Bowling World Cup 2019

Wanita Bule Pensiunan Wartawan Majalah Boling Masih Enerjik di Media Room Bowling Center JSC

Ada sosok wanita bule paruh baya yang tampak gesit melaporkan hasil pertandingan dan wawancara di media room Kejuaraan Dunia 55th

Wanita Bule Pensiunan Wartawan Majalah Boling Masih Enerjik di Media Room Bowling Center JSC
SRIPOKU.COM/ABDUL HAFIZ
Judy Howlett 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG --- Ada sosok wanita bule paruh baya yang tampak gesit melaporkan hasil pertandingan dan wawancara di media room Kejuaraan Dunia 55th Qubica AMF Bowling World Cup (BWC) 2019, venue Bowling Centre Jakabaring Sport City (JSC) 16-24 November 2019.

"Saya sebelumnya kerja di Majalah boling yang berbasis di UK (United Kingdom) Inggris. Saya sudah pensiun di situ dan sekarang berkecimpung di Qubica," ungkap Judy Howlett, Rabu (20/11/2019).

Judy Howlett mengenakan baju seragam panitia kejuaraan warna biru yang lengannya corak batik ini seperti tak pernah kelehanan bergerak terus dari lantai bawah di meja siar radio lalu ke atas lantai 2 media room. Ia juga bertugas mewawancarai para atlet seluruh negara yang ikut kejuaraan ini.

Terkadang sambil memegang secarik kertas kopelan dan pena dan sesekali melongokkan pandangan dari pagar pembatas balkon lantai ataa perkembangan jalannya pertandingan.

"Saya menangani bidang media dari Qubica. bikin press rilis dan blok untuk Qubica. Anda bisa lihat di youtube qubica bowling world cup Palembang," ujarnya.

Wanita yang enggan menyebutkan usianya ini mengaku sangat terkesan dengan Kota Palembang negara Indonesia dan masyarakatnya yang baru kali pertama dikunjunginya.

"Saya tidak mau menjelaskan kepada Anda berapa umur saya. Ini pertama kali ke Palembang yang juga pertama kali berkunjung ke negara Indonesia. Menurut saya Palembang kota sangat bagus, semua orang sangat ramah. Dan yang unik semua orang mau berfoto. Tidak hanya ramah senua orang mau menawarkan bantuan," kata Judy Howlett.

Padatnya jadwal pertandingan di kejuaraan dunia bowling ini membuat dirinya penasaran untuk berusaha menyempatkan diri berwisata di Kota Pempek ini.

"Saya belum sempat keliling Kota Palembang. Nanti hari Minggu pada penutupan baru akan keliling karena pesawat kita sore," katanya.

Ia sendiri mengenal Kota Palembang dengan jembatan Amperanya yang memiliki nilai sejarah sangat unik.

"Saya berencana untuk pertama kali akan berkunjung ke Jembatan Ampera karena terkenal bangunan sangat unik. Kalau makanan, saya belum coba makan pempek. Nanti malam akan ada undangan malan malam di situ saya akan mencobanya," terangnya.

Wanita bule bertubuh kurus tinggi ini mengaku terkesan dengan suguhan tarian penyambutan tamu.

"Saya terkesan dengan tari apa ya? Tanggai. Karena unik bisa membelokkan bawakan tangan. Hiasan jari para penari juga sangat unik. Sekapur sirih yang dibagikan kepada tamu VIP.

Ia memuji para peboling Indonesia, terutama peboling putra Ryan Leonard Lalisang yang sudah sering dilihatnya malang melintang di event internasional.

"Menurut saya Ryan atlet yang sudah sering saya lihat pemain yang bagus karena ini dia tuan rumah saya harap bisa masuk 8 besar. Kalau atlet putrinya, Shinta saya kira juga bermain cukup baik tapi saya belum belum pernah lihat dia turun di kejuaran dunia," pungkasnya. (Abdul Hafiz)

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved