Pemkot Palembang Entaskan Kemiskinan dan Daerah Kumuh

Pemerintah kota Palembang melalui Dinas Perdagangan dan program Kotaku secara langsung membuka pelatihan berwira usaha kepada masyarakat

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG --- Pemerintah kota Palembang melalui Dinas Perdagangan dan program Kotaku secara langsung membuka pelatihan berwira usaha kepada masyarakat guna mengentaskan kemiskinan sekaligus pemukiman kumuh.

Hal ini diungkapkan Wakil Walikota Palembang Fitrianti Agustinda bahwa kegiatan yang digalang oleh Program KotaKu dan Business Development Center ini tentu saja akan membantu meningkatkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kita miliki dengan cara memberikan mereka bimbingan, tentunya melalui program ini.

"Maka dari itu apa yang dilakukan Dinas terkait dan Universitas IBA merupakan hal penyempurna program pengentasan lingkungan kumuh ini. Selain itu Pemkot juga melibatkan 100 UMKM dalam mengikuti Business Development Center kotaku dalam mengikuti pelatihan serta bagaimana cara memodifikasi makanan khas kota Palembang seperti kain jemputan yang bisa dimodifikasi dengan menggunakan serat daun sehingga menjadikan bentuk baru lagi," jelasnya senin (11/11/2019) saat membuka acara pelatihan masyarakat terhadap lingkungan kumuh di Universitas IBA.

Fitri menerangkan jika peserta yang mengikuti kegiatan ini ada 70 orang yang berasal dari pelaku usaha kecil menengah yang akan dilatih. Kegiatan ini juga bertujuan bertujuan untuk membantu peningkatan kuaIitas produk dan akses pasar, Ke|ompok Swadaya Masyarakat (KSM) yang tergabung dalam program Kota Tanpa Kumuh (KOTAKU) yang ada di Kota Palembang.

"Tentunya program ini berfungsi memberikan Iayanan kepada kelompok usaha mikro kecil dan menengah, mulai dari peningkatan kapasitas sumber daya manusia, manajemen usaha, akses keuangan maupun akses terhadap pasar keci| maupun internasional," jelasnya.

Di tempat yang sama Kepala Dinas Perdagangan kota Palembang Hardayani menambahkan Disperindag Palembang akan meninjau ulang produk-produk yang telah dipasarkan KSM seperti pempek dan kain jumputan untuk membuka kesempatan masuk ke dalam pasar moderen. Kemudian untuk kain akan dibuka pusat pelatihan kepada mereka bagaimana cara mewarnai kain tersebut agar lebih baik sehingga angka penjualanya bisa lebih baik.

"Untuk dukungan, dana yang diperoleh melalui kementrian PU melalui Satuan Kerjanya," tutupnya.(rel)

Editor: Ray Hapyeni
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved