Berita Kayuagung

Sedang Musim Buaya Kawin di Sungai Komering, BKSDA Imbau Warga Kurangi Aktifitas di Pinggir Sungai

warga yang bermukim di pinggir sungai Komering untuk mengurangi aktifitas, sebab kini tengah memasuki musim buaya kawin.

Sedang Musim Buaya Kawin di Sungai Komering, BKSDA Imbau Warga Kurangi Aktifitas di Pinggir Sungai
Tribunsumsel.com/Winando
Pemasangan Spanduk peringatan dini bagi warga, Daerah Rawan Buaya Hati-hati Beraktifitas di Sungai, agar masyarakat tidak mendekati sungai dan jangan sampai ada korban. 

TRIBUNSUMSEL, KAYUAGUNG - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumsel mengimbau warga yang bermukim di pinggir sungai Komering untuk mengurangi aktifitas, sebab kini tengah memasuki musim buaya kawin.

Sebab, beberapa hari terakhir warga Desa Tanjung Serang, Kecamatan Kayuagung, Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI) melihat kemunculan buaya.

Warga Kayuagung  lebih dari satu pekan digegerkan oleh kemunculan buaya yang diyakini tidak berpindah dari lokasi sungai Komering.

Petugas Damkar dan masyarakat yang sebelumnya sudah berupaya menangkap reptil berbahaya tersebut belum membuahkan hasil dan dihentikan sementara waktu hingga saat ini, Sabtu (9/11/2019).

BREAKING NEWS : Romlah Gadis Asal Kayuagung yang Hilang dari Rumah, Ditemukan di Cirebon

Dengan adanya hal tersebut Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan (Sumsel), turun langsung ke lokasi dan memasang spanduk peringatan bagi warga agar tidak mendekati zona berbahaya.

Koordinator Tim Penanganan Konflik Manusia dan Satwa Liar BKSDA Sumsel, Doni Prihayana berinisiatif memasang sepanduk yang bertuliskan, (Daerah Rawan Buaya Hati-hati Beraktifitas di Sungai).

Peringatan dini agar masyarakat tidak mendekati sungai dan jangan sampai ada korban.

"Spanduk yang di pasang sebagai tanda peringatan untuk masyarakat sekitar desa agar keberadaan buaya yang sering muncul di sungai tidak memakan korban jiwa," ucapnya,

Keberadaan buaya merupakan hewan reptil yang keluar dari habitatnya, karena pada bulan-bulan seperti ini memang musim kawin dan bertelurnya reptil tersebut.

"Tetapi entah kenapa buaya bisa tersesat atau berada disini, hewan reptil ini muncul kepermukaan seperti ini lantaran untuk memancing lawan jenisnya," jelasnya

Halaman
12
Penulis: Winando Davinchi
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved