Pengerjaan Pedestrian di Kota Lubuklinggau Baru 30 Persen, Banyak Komplain Pemilik Ruko

Pengerjaan kawasan pedestrian sepanjang 1,2 KM di Jalan Yos Sudarso tepatnya dari Simpang RCA sampai Rel Kereta Api baru rampung 13 persen.

Pengerjaan Pedestrian di Kota Lubuklinggau Baru 30 Persen, Banyak Komplain Pemilik Ruko
Tribun Sumsel/ Eko Hepronis
Kepala Dinas PUTR Asril Asri saat memeriksa pengerjaan kawasan pedestrian di Jl Yos Sudarso 

Para pekerja saat mengerjakan kawasan pedestrian Kota Lubuklinggau di Jl Sudirman

Laporan wartawan Tribunsumsel. Com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL. COM, LUBUKLINGGAU - Pengerjaan kawasan pedestrian sepanjang 1,2 KM di Jalan Yos Sudarso tepatnya dari Simpang RCA sampai Rel Kereta Api baru rampung 13 persen.

Ditargetkatkan pembangunan kawasan pedestrian yang memakan anggaran sebesar Rp 6 Miliar ini rampung akhir 31 Desember mendatang.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUTR) Kota Lubuklinggau, Asril Asri menjelaskan pembangunan kawasan pedestrian tersebut dilakukan dalam dua tahap, tahap pertama tengah dikerjakan saat ini.

"Tadi kita melakukan pengecekan di lapangan. Tahap awal disebelah dahulu, kemudian jika ada anggarannya tahun depan kita akan bangun diseberangnya," ungkap Asril pada wartawan, Senin (4/11/2019).

Rencana pembangunan pedestrian itu mengalami kemunduran dari jadwal semula. Karena hingga sampai saat ini para pemilik ruko masih banyak yang kebingungan.

"Mereka bingung terutama yang mempunyai mobil, mereka menanyakan bagaimana masuk ruko kalau depannya dibangun, itulah kita berikan pengertian kita akan fasilitasi," ujar Asril.

Secara konsep pedestrian di Kota Lubuklinggau tidak jauh beda dengan pedestrian di kawasan JL Sudirman Kota Palembang. Ditempat tersebut nantinya akan dibangun sejumlah fasilitas kursi-kursi dan tempat duduk.

"Ada spot-spot tempat duduk, ada lampu - lampu, jadi lebih kepada pedestrian seperti di kota-kota besar lainnya seperti Palembang. Bahkan untuk Lubuklinggau akan dibangun ramah difabel," kata Asril.

Menurut Asril, pembangunan pedestrian ini selain untuk perapian Kota Lubuklinggau, diharapkan kedepan bisa menjadi tempat nongkrongnya anak-anak muda.

"Karena bukan hanya untuk nongkrog anak muda, tapi bisa juga dipakai untuk car free night, bisa lebih mirip Jogja, masyarakat bisa jualan disana," ungkapnya. (Joy)

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved