Kontraktor Pengerjaan Double Track Akui Lalai Hingga Sebabkan Rumah Warga Banjir di Prabumulih

Setelah menyebabkan banjir di kawasan dusun Prabumulih, Komisi III DPRD Prabumulih mengundang pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI)

Kontraktor Pengerjaan Double Track Akui Lalai Hingga Sebabkan Rumah Warga Banjir di Prabumulih
EDISON/TRIBUNSUMSEL.COM
Proyek double track kereta api memicu banjir di Prabumulih. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Edison Bastari

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH - Setelah menyebabkan banjir di kawasan dusun Prabumulih, Komisi III DPRD Prabumulih mengundang pihak PT Kereta Api Indonesia (KAI) untuk meminta agar dalam melakukan pembangunan memperhatikan lingkungan dan tidak merugikan masyarakat.

Ketua DPRD Prabumulih, Sutarno SE didampingi Wakil II, Dipe Anom membenarkan jajaran komisi III mengundang pihak kontraktor pengerja dan PT KAI agar memperhatikan dampak lingkungan dalam bekerja.

"Harapan kita kejadian rumah warga mengalami kebanjiran kemarin menjadi pelajaran, sehingga ke depan musibah banjir seperti itu tidak lagi terjadi," ungkap keduanya ketika dibincangi, Senin (4/11/2019).

Sementara perwakilan pihak PT KA Properti Managemen (KAPM) yang merupakan anak perusahaan PT KAI, Bambang Suryanto usai menghadiri pertemuan mengakui banjir melanda warga di kawasan Kelurahan Prabumulih disebabkan ada kelalaian.

"Genangan air itu di luar dugaan kami, cuma memang ada hal kelalaian, terkait teman di proyek. Tapi kita harus akui lokasi rumah warga di bawah jalan dan memang buruknya saluran air," ungkapnya.

Ditanya kelalaian apa yang diduga dilakukan para pekerja itu, menurut Bambang kelalaian itu yakni tak dibukanya saluran air saat dilakukan penimbunan.

"Ini di luar kemampuan kami, kelalaian itu pas nimbun tidak dibuka aliran. Ini kami jadikan pengalaman," tuturnya.

Disinggung mengenai apakah ganti rugi terhadap rumah warga yang menjadi korban, Bambang menjelaskan bahwa PT KAI melalui pihak pengerja sudah memberikan kompensasi.

"Ganti rugi sudah kita selesaikan semua, puluhan juta rupiah dan rata-rata peralatan elektronik yang rusak, itu tanggungjawab kami penuh dan sudah diganti rugi," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Edison
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved