Kontingen Biliar Sumsel Tak Berani Jamin Persembahkan Medali di Porwil X Bengkulu
Cabang Olahraga (Cabor) biliar Sumatera Selatan tak berani jamin dapat menyumbang medali pada Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera X
Penulis: Weni Wahyuny | Editor: Prawira Maulana
Laporan Wartawan Tribunsumsel.com, Weni Wahyuny
TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Cabang Olahraga (Cabor) biliar Sumatera Selatan tak berani jamin dapat menyumbang medali pada Pekan Olahraga Wilayah (Porwil) Sumatera X Bengkulu 2-9 November 2019.
Meski tak berani jamin sumbangkan medali, Ketua Harian Persatuan Olahraga Biliar Seluruh Indonesia (POBSI) Sumsel, Agustrianto mengatakan tim biliar Sumsel akan mempersembahkan yang terbaik di perhelatan tersebut.
“Karena persiapan kita sangat-sangat minim,” kata Agus saat ditemui di Starpool Billboard and Lounge, Sabtu (2/11/2019).
Agus menerangkan sebelum perhelatan berlangsung Training Camp (TC) yang mestinya digelar selama empat bulan tak berjalan sementara pembinaan terus berjalan.
Dengan tidak ingin membebani para atlet dengan target, Sumsel sendiri berhasrat untuk meraih tiket Pekan Olahraga Nasional (PON) Papua 2020, sama seperti tahun-tahun sebelumnya. Menurut Agus Cabor biliar Sumsel tak pernah satu kalipun tak lolos PON.
“Sampai terakhir (2016), kita bisa raih 1 emas, 1 perak dan 2 perunggu,” jelasnya.
Agus menjelaskan bahwa semua nomor menjadi andalan cabor biliar Sumsel dari 4 nomor putra-putri.
“Target kita loloskan atlet ke PON sebanyak-banyaknya,” terangnya.
Sementara pesaing cabor biliar di pulau Sumatera, lanjut Agus diantaranya Provinsi Sumatera Utara dan Riau karena beberapa atlet sudah level nasional dan bergabung di Pelatnas.
“Kalau Sumsel atlet andalannya untuk putri semuanya kita andalkan. Ada dua atlet putri yakni Eta Mariana dan Vicky Lorinda. Untuk putranya ada juara bertahan Rico Kui Ciong, ada Zaldy, Priambodo,” terangnya.
Andalan Sumsel sendiri di PON, sambung Agus tidak dapat diprediksi karena setiap tahun berubah. Ia menyebutkan tergantung dari suasana atlet saat itu juga. Sementara untuk pukulan menurutnya sama saja antar sesama atlet.
“Tinggal persiapan mental atlet saja,” ungkapnya.
Agus membeberkan saat ini suasana hati atlet cukup baik karena sejak awal Porwil dibuat senyaman mungkin. Para atlet terus diperhatikan apa kebutuhan atlet.
“Mulai dari mau makan apa, mau latihan kapan, kita fasilitasi semaksimal mungkin. Semua masih baik-baik saja,” jelasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/sumsel/foto/bank/originals/vicky-lorinda33131.jpg)