Sumsel Masih Berpotensi Diguyur Hujan, Tapi Kabut Asap Tetap Mengancam

Angin yang bertiup dari arah Timur Tenggara dengan kecepatan 9 sampai 37 Km perjam, mengakibatkan potensi masuknya asap akibat Karhutla

Sumsel Masih Berpotensi Diguyur Hujan, Tapi Kabut Asap Tetap Mengancam
Sriwijaya Post
Solat meminta hujan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Angin yang bertiup dari arah Timur Tenggara dengan kecepatan 9 sampai 37 Km perjam, mengakibatkan potensi masuknya asap akibat Karhutla ke Palembang dan sekitarnya masih bisa terjadi.

Hal ini dikarenakan masih terjadinya karhutla di wilayah Banyuasin 1, Pampangan, Pedamaran, Tulung Selapan, Cengal, Mesuji dan Pematang Panggang meski tidak terlalu banyak titik hotspot.

"Secara regional, melemahnya Badai Tropis Matmo dan adanya Pusat Tekanan rendah di Samudera Hindia mengakibatkan munculnya Borneo Vorteks atau Sirkulasi Kalimantan yang menyebabkan masuknya massa udara dari Laut Cina Selatan dan Laut Jawa ke wilayah Sumsel. Inilah yang menyebabkan potensi hujan pada tanggal 1 sampai 3 November 2019 di wilayah Sumsel," ujar Kasi Observasi dan Informasi BMKG SMB II Palembang Bambang Beny, Jumat (1/11/2019).

Meski tak setebal sebelumnya, kabut asap masih terlihat di Palembang.

Ini terjadi karena, wilayah-wilayah yang memiliki jumlah titik panas signifikan belum terpapar hujan yang cukup.

Terlebih luas dan dalamnya lahan gambut yang terbakar.

Intensitas asap umumnya meningkat pada pagi hari sekitar pukul 05.00 sampai 07.00. Hal ini, dikarenakan labilitas udara yang tidak ada massa udara naik pada waktu-waktu tersebut.

Fenomena asap sendiri diindikasikan dengan kelembapan yang rendah dengan partikel-partikel kering di udara yang dapat mengurangi jarak pandang.

"Kriteria hujan sedang hingga lebat diprediksi bisa terjadi di wilayah Lahat, PALI, OKU, OKU Selatan, Muara Enim, Prabumulih, Banyuasin, Palembang, OKI, OI dan OKU Timur. Dedangkan kriteria hujan ringan masih mungkin terjadi di wilayah Muba, Mura, Muratara, Lubuk Linggau, Empat Lawang dan Pagar Alam," katanya.

BMKG Sumsel juga menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menggunakan masker. Selain ituberhati-hati saat bertransportasi pada pagi hari 05.00 sampai 07.00.

Karena, seiring masih adanya asap dan juga menurunnya jarak pandang pada pagi hari.
Masyarakat juga diminta untuk menjaga kesehatan, dikarenakan udara akan terasa lebih terik pada siang hari dengan temperature maksimum 35 derajat Celcius. Ini terjadi, karena posisi matahari berada di ekuator atau khatulistiwa.

Penulis: M. Ardiansyah
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved