Berita Prabumulih

Hilangkan Kesan Seram, Narapidana Lukis Tembok Rutan Prabumulih dengan Karya 3 Dimensi

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH-Kesan rumah tahanan yang seram dan kotor, sepertinya tidak lagi nampak di lingkungan Rutan Kelas IIB Prabumulih

Hilangkan Kesan Seram, Narapidana Lukis Tembok Rutan Prabumulih dengan Karya 3 Dimensi
Tribun Sumsel/ Edison
Kesan rumah tahanan yang seram dan kotor, sepertinya tidak lagi nampak di lingkungan Rutan Kelas IIB Prabumulih, Jumat (1/11/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PRABUMULIH-Kesan rumah tahanan yang seram dan kotor, sepertinya tidak lagi nampak di lingkungan Rutan Kelas IIB Prabumulih.

Untuk menghilangkan kesan kotor dan seram, jajaran Rutan Kelas IIB Prabumulih mengubah lingkungan rutan menjadi enak dipandang.

Petugas Rutan membangun arena bermain anak serta membuat lukisan tiga dimensi (3D) di seluruh dinding beton bangunan.

Dalam membuat lukisan tiga demensi tersebut jajaran Rutan tidak menyewa tenaga dari luar namun memberdayakan tenaga kerja dari warga binaan yang memiliki kemampuan melukis.

Selain membuat tempat ayunan dan perosotan serta tempat bermain anak, berbagai bentuk lukisan mewarnai dinding rutan baik bergambar pohon, gambar elang, gedung-gedung, air terjun dan lainnya.

"Program 'Endang' kita ini ditujukan sebagai bentuk peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat khususnya bagi keluarga warga binaan, ini untuk mengubah pandangan yang tadinya terkesan mengerikan sekarang berubah menjadi tempat nyaman berkunjung," ungkap Kepala Rutan Kelas IIB Prabumulih, Reza Mediansyah Purnama Amd IP SH kepada wartawan, Jumat (01/11/2019).

Cerita Kepala Pengamanan Rutan Prabumulih, Sedih Lihat Anak Tanya Ayahnya Kapan Pulang

Reza mengatakan, dengan kesan rutan bersih dan nyaman diharap dapat memberikan pandangan positif bagi pengunjung yang hendak membesuk tahanan dan membuat warga binaan mendapat perhatian dari keluarga.

"Mereka yang sudah masuk di rutan ini bukannya harus dijauhi tapi justru harus ada dukungan, dari kita yakni difasilitasi untuk menyalurkan bakat mereka."

"Dari keluarga kita harap juga mendapat perhatian, sering dibesuk sehingga mereka merasa diperhatikan dan berubah ke arah lebih baik," katanya.

Seluruh warga binaan dipastikan tidak ada yang menginginkan masuk rutan, namun karena keadaan dan garisan tangan sehingga membuat mereka harus menjalani pembinaan.

Halaman
12
Penulis: Edison
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved