Anggota DPRD Sumsel Dukung Kebijakan Larangan Hiburan Orgen Tunggal Malam Hari di Pagaralam

Hiburan orgen tunggal (OT) yang diadakan malam hari menjadi sorotan banyak pihak. Kegiatan ini ditengarai banyak dampak negatif.

Anggota DPRD Sumsel Dukung Kebijakan Larangan Hiburan Orgen Tunggal Malam Hari di Pagaralam
SRIPO/WAWAN SEPTIAWAN
Anggota DPRD Sumsel, H Alfrenzi Panggarbesi saat mengikuti Rapat Paripurna Dewan beberapa waktu lalu. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PAGARALAM - Hiburan orgen tunggal (OT) yang diadakan malam hari menjadi sorotan banyak pihak. Kegiatan ini ditengarai banyak dampak negatif mulai dari perkelahian sampai menelan korban meninggal dunia.

Sejumlah kabupaten/kota di Sumsel bahkan sudah membuat aturan tegas tentang larangan menggelar pesta dengan menggunakan OT malam hari. Daerah yang melarang OT malam hari di antaranya Kota Pagaralam dan Kabupaten Lahat.

Melihat kondisi ini sejumlah anggota DPRD Provinsi Sumsel sangat mendukung kebijakan dan aturan yang dikeluarkan pihak Kabupaten/Kota tersebut. Pasalnya kebijakan tersebut akan berdampak baik untuk masyarakat.

Anggota DPRD Sumsel, H Alfrenzi Panggarbesi menyatakan dukungannya atas kebijakan Pemkab Pagaralam yang melarang hiburan orgen tunggal di malam hari. Ia kata Alfrensi sangat mendukung kebijakan Bupati Lahat dan Walikota Pagaralam yang telah menerbitkan aturan pembatasan hiburan OT pada malam hari . Kebijakan tersebut sudah sangat tepat dalam rangka mencegah tindakan kriminal dan asusila yang sudah meresahkan masyarakat.

"Tentu kebijakan Pak Bupati Lahat dan Pak Walikota Pagaralam ini patut kita dukung penuh. Kebijakan ini sudah sangat tepat," tegasnya.

Menurutnya komitmen pemerintah pusat untuk memerangi peredaran narkoba perlu mendapat dukungan dari semua pihak, termasuk aparatur pemerintah daerah. Upaya penindakan yang dilakukan aparat Polri dan BNN harus didukung oleh upaya upaya pencegahan melalui regulasi yang mempersempit dan menutup ruang ruang tempat yang disinyalir menjadi sarang peredaran narkoba, termasuk tempat tempat hiburan malam.

"Perda dan peraturan kepala daerah yang bertujuan mencegah peredaran narkoba ini pasti akan didukung masyarakat. Pasalnya akan mengurangi dampak buruk dari kegiatan organ tunggal tersebut," katanya.

Peredaran narkoba sudah sangat mengkhawatirkan pasalnya sudah menyasar ke sekolah-sekolah dan madrasah bahkan sudah sampai ke pelosok desa.

"Untuk itu dibutuhkan komitmen bersama semua pihak, pemerintah, Polri, tokoh masyarakat, alim ulama dan semua pihak untuk memerangi peredaran miras dan narkoba ini," ujarnya.

Seperti diketahui Pemkab Lahat dan Pemkot Pagaralam sudah membuat aturan yang tegas tentang pembatasan waktu hiburan malam dengan organ tunggal. Bahkan Bupati Lahat Cik Ujang dan Walikota Pagaralam Alpian Maskoni telah membuat aturan bahwa hiburan organ tunggal hanya diperbolehkan siang hingga sore hari dan tidak boleh malam hari.(adv/wawan septiawan/sp)

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved