Polsek Gelumbang Gelar Istighasah Mantap

Istighasah digelar untuk menjaga dan memelihara situasi keamanan dan ketertiban dalam masyarakat

Polsek Gelumbang Gelar Istighasah Mantap
TRIBUNSUMSEL.COM/IKA ANGGRAENI
Untuk menjaga dan memelihara Situasi keamanan dan ketertiban dalam masyarakat, Jajaran Polsek Gelumbang menggelar Istighotsah Mantap, Senin (28/10/2019). 

Polsek Gelumbang Gelar Istighasah Mantap

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM - Untuk menjaga dan memelihara situasi keamanan dan ketertiban dalam masyarakat, jajaran Polsek Gelumbang menggelar Istighotsah Mantap, Senin (28/10/2019).

Hadir dalam kesempatan Danyonkap 5 DPC Karang Endah yang diwakiki oleh Pasi 3 Lettu Adi Supriadi, Anggota DPRD Kabupaten Muaraenim Samudera Kelana, Kapolsek Gelumbang, AKP Prayitno SIK, Wakil Ketua PCNU Provinsi Sumsel, Ustad Nursalim Habibie Spd.I, KH. Mursidi pimpinan ponpes Al Falah, KH. Asropi, Pimpinan ponpes Miftahul Huda.

Kemudian KH. muhammad Qusyairi Abror, Pimpinan Ponpes Syafa Atut Thulab, ustad Afif Pimpinan ponpes Hidayatul ulup Menanti kecamatan Rambang Lubai, Kades Karang Endah Sarpendi, Para santri se-kec. Gelumbang, Anggota Banser NU dan Jemaah yang berasal dari desa-desa yang ada dikecamatan Gelumbang.

Kegiatan tersebut selain sebagai ajang silatulrahmi antar sesama umat beragama juga sebagai upaya dalam menjaga situasi Kamtibmas diwilayah hukum Polsek Gelumbang.

"Karena menjaga situasi kondusif serta kamtibmas itu tidak hanya tanggung jawab Polri saja tapi juga tanggung jawab Semu lapisan masyarakat," katanya.

Ia juga mengatakan kegiatan tersebut dihadiri sekitar 2000 jemaah yang berasal dari desa Karang Endah utara, desa Karang Endah Selatan, desa Putak, desa Talang Taling, desa Segayam, desa Sigam Kecamatan Gelumbang.

"Selain itu ada juga jamaah yang datang dari luar yakni dari desa pulau Kabal kabupaten Ogan ilir dan desa Sukajadi kecamatan Sungai Rotan," katanya.

Untuk itu lanjutnya pihaknya berharap agar semua lapisan masyarakat ikut berpartisipasi dalam menjaga dan memelihara kamtibmas maupun dalam keselamatan berlalu-lintas.

"Jangan mudah terprovokasi oleh berita dan informasi yang tidak bertanggung jawab di Media Sosial seperti Hoax, Fitnah dan Ujaran Kebencian serta Adu Domba," katanya.

Selain itu lanjutnya masyarakat juga harus punya sikap untuk menolak berbagai bentuk tindakan anarkis, radikal yang akan merusak keutuhan dan persatuan bangsa.

"Menghargai perbedaan dan mengedepankan sikap toleransi, ingat kita adalah Bhieneka Tunggal Ika, jadi perbedaan itu boleh ada, namun jangan mau kita terkotak-kotak oleh perbedaan tersebut," pungkasnya.

Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Eko Adia Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved