Breaking News:

Safari Jumat di Musirawas, Herman Deru Serap Aspirasi Warga

Gubernur Sumsel H Herman Deru melaksanakan salat di Masjid Nurussa'adah Desa Muara Kati Baru Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut Musirawas

Editor: Lisma Noviani
humas pemprov sumsel
Gubernur Sumsel H Herman Deru berkesmepatan melaksanakan salat jumat berjemaah di Masjid Nurussa'adah Desa Muara Kati Baru Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut Kabupaten Musi Rawas. 

TRIBUNSUMSEL.COM, MUSIRAWAS -- Jumat 18 Oktober 2019, Gubernur Sumsel H Herman Deru berkesempatan melaksanakan salat jumat berjemaah di Masjid Nurussa'adah Desa Muara Kati Baru Kecamatan Tiang Pumpung Kepungut Kabupaten Musi Rawas.

Di hadapan ratusan jemaah H Herman Deru mengatakan kegiatan Safri Jumat yang dilakoninya sejak 2005 saat menjadi Bupati OKU Timur. Bukan saja mendatangi masjid yang ada di perkotaan melainkan juga safari ke masjid ditengah perkampungan padat termasuk ke pelosok pedesaan.

“Ada banyak manfaat yang saya dapatkan dari melakukan safari jumat seperti ini, selain menjalin silaturahmi dengan jemaah juga menjadi ajang mendapatkan masukan terkait dengan kebutuhan masyarakat,” tegasnya mengawali sambutan usai mengelar sholat jumat berjemaah.

Herman Deru dikesempatan ini juga mengucapkan terimakasih atas kerja para tokoh agama dan tokoh masyarakat desa setempat yang dinilainya telah mampu melakukan pembinaan umat dengan baik, dibuktikan dengan terjaganya keharmoniskan dalam beragama dan masyarakat diwilayah sekitar.

"Saya melihat desa ini desa yang agamis, masyarakatnya terbuka dengan pendatang. Jaga persatuan dan kesatuan, termasuk juga keamanan tidak terganggu,” imbuhnya.

Lebih lanjut Herman Deru juga memberikan apresiasi atas didirikannya rumah Tahfidz di Masjid Nurussa'adah. Karena menurut dia program satu desa satu rumah trahfidz merupakan program Pemprov Sumsel dalam mencetak generasi yang faham agama mulai dari usia dini.

Dia juga meminta warga setempat untuk tetap mempertahankan kearifan lokal di tengah derasnya gempuran budaya luar yang saat ini nyaris sulit dibendung karena telah terbukanya semua akses informasi yang sulit dihindari.

“Saat ini kita berada dizaman serba canggih. Budaya luar bisa masuk dan mengancam budaya warisan nenek moyang kita. Untuk itu mari kita bersama-sama mempertahankan kekayaan budaya dan adat istiadat yang telah lama kita miliki selama ini. Jangan samapai hilang tergerus oleh kemajuan zaman,” tandas Herman Deru. (Rel)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved