Berita Palembang

MI Siswa Diduga Diniaya Guru Ternyata Juara Polisi Cilik 2019 Polresta Palembang

MI (11), siswa kelas V SDN 87 Palembang yang diduga dianiaya oknum guru pada Sabtu (12/10/2019) lalu ternyata siswa berprestasi

MI Siswa Diduga Diniaya Guru Ternyata Juara Polisi Cilik 2019 Polresta Palembang
ist
Juara Pocil 2019 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - MI (11), siswa kelas V SDN 87 Palembang yang diduga dianiaya oknum guru pada Sabtu (12/10/2019) lalu ternyata siswa berprestasi.

MI ternyata peraih gelar juara Polisi Cilik 2019 yang diadakan Polresta Palembang pada September lalu.

MI ketika itu mendapat penghargaan kategori pemimpin barisan terbaik mewakili sekolahnya, SDN 87 Palembang.

"Dia memang suaranya keras dan lantang. Kemampuan gerak jalan dan baris-berbaris saya lihat cukup bagus," kata Azmi, ayah MI saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Silaberanti Kecamatan Jakabaring, Kamis (17/10/2019).

Ayah Perkosa Anak Kandungnya di Kupang, Pelaku Tenggak Minuman Keras Dulu Sebelum Menyetubuhi

Ini Wajah Jambret yang Menewaskan Lidia Septiani di Sematang Borong Agustus Lalu, Ditembak Polisi

Juara Pocil 2019
Juara Pocil 2019 (ist)

Sebelumnya, MI dikabarkan dianiaya oknum guru berinisial AL hingga mengalami luka di bagian bibir.

Namun kabar tersebut buru-buru dibantah Kepala SDN 87, Sunarti.

"Kabar penganiayaan itu tidak benar. Tidak benar oknum guru kami yang menganiaya siswa hingga terluka," kata Sunarti.

Menurutnya, terjadi kesalahpahaman mengenai peristiwa ini.

"Bukan penganiayaan, ini pendidikan. Tidak pernah guru kami menganiaya siswa. Kami juga sudah bertemu dengan pihak keluarga dan sudah saling memaafkan," jelas Sunarti.

Sehari setelah peristiwa tersebut, pihak SDN 87 mengaku telah berkomunikasi dengan keluarga korban dan sepakat untuk berdamai.

"Kami sudah bertemu keluarga siswa, kami bicara baik-baik dan pada intinya kami, kedua belah pihak sudah saling memaafkan," tegas Sunarti.

Terpisah, ibunda MI, Alia mengaku belum menempuh jalur hukum terkait peristiwa yang menimpa putranya itu.

Namun ia berharap agar pihak sekolah membuat surat perjanjian agar hal ini tidak terulang kembali.

"Anak saya ini dipukul, saya tahu anak saya. Saya ingin pihak sekolah punya etika.

Mereka harus bikin surat perjanjian agar tidak memperlakukan siswa dmegan kasar, takutnya ini terjadi pada siswa lainnya," kata Alia saat ditemui di kediamannya di Kelurahan Silaberanti Kecamatan Jakabaring, Palembang.

Penulis: Agung Dwipayana
Editor: Siemen Martin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved