Berita Palembang

Dinas Pendidikan Palembang Kawal Kasus Penganiayaan Siswa SD, Ingatkan Guru Jangan Arogan

Seorang siswa sekolah dasar berinisial MI (12) diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum guru di SD Negeri 87 Plaju Palembang

Dinas Pendidikan Palembang Kawal Kasus Penganiayaan Siswa SD, Ingatkan Guru Jangan Arogan
Tribun Sumsel/ Agung Dwipayana
Al oknum guru di Palembang membantah telah menganiaya siswa 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Seorang siswa sekolah dasar berinisial MI (12) diduga menjadi korban penganiayaan oleh oknum guru di SD Negeri 87 Plaju Palembang.

Kasi Kesiswaan SD Dinas Pendidikan Palembang Dareni, mengaku hingga pukul 15.00 hari ini belum mendapat laporan dari Kepala SDN 87 Palembang.

"Pihak Dinas Pendidikan Palembang sampai saat ini belum mendengar langsung kronologi dari Kepala SDN 87," katanya saat ditemui di ruangannya di Dinas Pendidikan Palembang, Kamis (17/10/2019).

"Saya sudah minta staf untuk menghubungi pihak sekolah namun tanggapannya kalau Kepala SDN 87 sedang menemui wartawan dan sampai sekarang belum ada laporan lagi. Dan awalnya saya tahu berita ini dari media massa bukan dari pihak SDN 87," katanya.

MI Siswa Diduga Diniaya Guru Ternyata Juara Polisi Cilik 2019 Polresta Palembang

Dinas Pendidikan akan mengawal kasus ini.

"Namanya penganiayaan ya sangat sensitif, serta masalah besar, oleh sebab itu apabila kepala sekolah belum ada kabar akan saya datangi langsung ke sekolah," ujarnya.

"Dan menindak lanjut, akan kami berikan pembinaan secara langsung artinya diberi pembinaan ke guru-guru kalau larangan kepada anak itu sanksinya harus sesuai dan mendidik bukan yang arogan," katanya.

Diberitakan sebelumnya, MI (12), seorang siswa Sekolah Dasar Negeri di Palembang yang masih duduk di Kelas V ini diduga mendapatkan kekerasan fisik oleh oknum guru hingga mengalami luka lebam di pipi dan luka di bagian bibir dalam.

Satu Mahasiswa Meninggal, Lokasi Diksar Menwa di Ogan Ilir Langsung Sepi, Ini Kesaksian Warga 

MI merupakan anak dari pasangan suami istri Ajmi (55) dan Aliya (50).

MI diduga mendapatkan kekerasan fisik karena di tampar oleh oknum guru yakni AI yang mengajar disekolah tersebut.

Diceritakan bahwa wali siswa guru kelas V B tersebut tersinggung dan menghampiri korban.

Dirinya bertanya apa maksud ejekan atau olokan IM kepada siswanya.

Tapi IM pun bergeming tak berani menjawab hingga gurunya tersebut langsung menanmpar IM sampai ke dalam kelas.

Tya Arifin, Menantu Siti Nurhaliza Kenalkan dan Jual Jamu Hingga ke Malaysia dan Singapura

Setelah melakukan pemukulan terhadap IM, guru tersebut mengancam agar permasalah ini jangan sampai diberi tahu kepada siapa pun termasuk orang tuanya.

Mendengar kabar anaknya mendapat perlakuan tindak kekerasan dari sang guru, membuat orangtua korban yakni Ajmi tidak terima.

Penulis: Melisa Wulandari
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved