Kualitas Udara di Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muaraenim Masuk Kategori Berbahaya

Kondisi udara di wilayah Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muaraenim dinyatakan masuk kategori berbahaya.

Kualitas Udara di Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muaraenim Masuk Kategori Berbahaya
TRIBUNSUMSEL.COM/IKA ANGGRAENI
Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Muaraenim melakukan tes kualitas udara dihalaman Kantor Bupati Muaraenim, Senin (14/10/2019). 

Kualitas Udara di Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muaraenim Masuk Kategori Berbahaya

TRIBUNSUMSEL.COM, MUARAENIM - Kondisi udara di wilayah Kecamatan Muara Belida Kabupaten Muaraenim dinyatakan masuk kategori berbahaya.

Hal ini diungkapkan oleh Kepala BLH Muaraenim Ir Kurmin melalui Kepala UPT Laboratorium Lingkungan BLH Muaraenim Natasha SSi, Senin (14/10/2019) usai melaksanakan tes Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di halaman Pemkab Muaraenim.

"Dari hasil tes yang kita lakukan secara random di lima kecamatan dari tanggal 23-30 September 2019, kondisi udara di Kabupaten Muaraenim di lima kecamatan yang kita lakukan tes dinyatakan tidak ada yang bersih,kondisinya dalam kategori tidak sehat, sangat tidqk sehat bahkan ada salah satu kecamatan dalam kategori berbahaya," katanya.

Dijelaskannya bahwa tes tersebut dilakukan di lima kecamatan yakni tanggal 23 September 2019 di Lapangan Pemkab Muaraenim dengan hasil nilai ISPU 165 dan dalam kategori Tidak Sehat.

"Tanggal 24 September 2019 di Kantor Camat Tanjung Agung dengan Nilai ISPU185 kategori Tidak Sehat, tanggal 25 September 2019 di Danau Tampang Sungai Rotan 203 kategori Sangat Tidak Sehat, tanggal 27 September 2019 di Desa Kayuara Batu Kecamatan Muara Belida 418 kategori Berbahaya dan tanggal 30 September 2019 di Kantor Camat Gelumbang 183 kategori Tidak Sehat," jelasnya.

Ia menjelaskan bahwa penggolongan kategori tersebut masih mengacu pada Keputusan Kepala Badan Pengendalian Dampak Lingkungan No 107 Tahun 1997 Tanggal 21 November 1997.

"Dimana dalam kualitas udara dibagi dalam lima jenis yakni Baik, Sedang, Tidak Sehat, Sangat Tidak Sehat dan Berbahaya," jelasnya.

Ia juga mengatakan adapun untuk rentang kualitas udara dibagi dalam lima kategori. Untuk kategori Baik 0 - 50 tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan dan tidak berpengaruh pada tumbuhan, bangunan maupun nilai estitika.

"Kemudian lanjutnya Kategori Sedang 51-100 dimana tingkat kualitas udara yang tidak memberikan efek bagi kesehatan manusia atau hewan tetapi berpengaruh pada tumbuhan yang sensitif dan nilai estitika," jelasnya.

Halaman
12
Penulis: Ika Anggraeni
Editor: Eko Adia Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved