Minta Uang dengan Memaksa di Lubuklinggau, Dua Pengamen Ini Ditangkap Polisi

Keberadaan anak jalanan dan pengamen serta pecandu lem aibon di Kota Lubuklinggau akhir-akhir makin meresahkan masyarakat.

Minta Uang dengan Memaksa di Lubuklinggau, Dua Pengamen Ini Ditangkap Polisi
TRIBUNSUMSEL.COM/EKO HEPRONIS
Dua pengamen saat diamankan ke SPKT Polres Lubuklinggau. 

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Keberadaan anak jalanan dan pengamen serta pecandu lem aibon di Kota Lubuklinggau akhir-akhir makin meresahkan masyarakat.

Banyak keluhan masyarakat tentang keberadaan para penyandang kesejahteraan sosial (PMKS) ini. Puncaknya Tim Rajawali Polres Lubuklinggau dengan dipimpin Piket Perwira pengawas Ipda Zulkipriandi melakukan razia.

Razia ‎Kantibmas dilakukan dengan menyisir di sepanjang jalan Yos Sudarso tepatnya dari Simpang RCA hingga sampai Masjid Agung As Salam kota setempat.

Penertiban sempat membuat heboh para pengguna jalan, karena ada beberapa anjal dan pecandu lem melarikan diri dan menolak untuk diamankan.

Setelah berkeliling, razia yang digelar Sabtu (12/10) kemarin petang itu Polisi mengamankan dua orang pecandu lem aibon di tugu Monumen Perjuangan yang terletak di Kelurahan Dempo, Kecamatan Lubuklinggau Timur II.

Keduanya diamankan saat tengah asik mengisap lem aibon.

Kapolres Lubuklinggau AKBP Dwi Hartono, mengatakan razia ini dilakukan sebagai respon atas laporan masyarakat.

"Hal ini bertujuan untuk meningkatkan rasa aman dan nyaman masyarakat khususnya atas tindakan anak pengamen jalanan yang sekaligus pecandu lem aibon," kata Dwi pada wartawan, Minggu (13/10/2019).

Ia menuturkan, keberadaan pengamen jalanan dan pecandu lem aibon ini sudah sangat meresahkan para pedagang. Karena mulai kerap
memaksa para pembeli untuk memberi uang.

"Hasilnya kemarin kita mendapat
dua orang pengamen jalanan berikut lem yang sering mereka hisap. Mereka kita amankan ke SPKT Polres Lubuklinggau," ungkapnya.

Kemudian, sebagai efek jera, supaya mereka mengulangi perbuatannya,
mereka diberikan pengarahan serta diperintahkan membuat surat pernyataan.

"Mereka kita perintahkan supaya tidak mengulangi perbuatannya dengan melampirkan identitas keduanya. Apabila mengulangi akan diberikan tindakan tegas," katanya.

Penulis: Eko Hepronis
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved