Update Perburuan Harta Karun Sriwijaya di Cengal: Tim Arkeologi Belum Bisa Pastikan Benda Temuan

Penemuan harta karun yang membuat geger masyarakat kabupaten Ogan Komering Ilir mengundang Tim Arkeologi untuk melakukan observasi di lokasi penemuan

Update Perburuan Harta Karun Sriwijaya di Cengal: Tim Arkeologi Belum Bisa Pastikan Benda Temuan
ISTIMEWA
Tim Arkeologi yang Melakukan Observasi di Lokasi Penemuan, Belum Bisa Memastikan Jika Benda Peninggalan Tersebut Merupakan Peninggalan Kerajaan Sriwijaya. 

TRIBUNSUMSEL.COM, KAYUAGUNG - Penemuan harta karun yang membuat geger masyarakat kabupaten Ogan Komering Ilir mengundang Tim Arkeologi untuk melakukan observasi di lokasi penemuan.

Setelah melakukan observasi, Tim Arkeologi akhirnya melaporkan hasil observasi di lokasi penemuan diduga benda cagar budaya di Kecamatan Cengal Kabupaten OKI.

Tim yang terdiri dari Balai Arkeologi Sumatera Selatan, Balai Pelestarian Cagar Budaya Sumbagsel, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, unsur TNI dan Polri ini juga memberikan rekomendasi terkait penyelamatan lokasi ditemukannya benda-benda yang diduga cagar budaya tersebut.

Hasil laporan tersebut diserahkan terlebih dahulu kepada Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKI.
Dalam hal ini Kepala Balai Arkeologi Sumsel, Budi Wiyana menceritakan hasil observasi yang dilakukan saat disambangi Tribunsumsel.com, Kamis (10/10/2019).

"Kami melakukan observasi lapangan serta sosialisasi kepada masyarakat sekitar terkait penemuan benda-benda tersebut."

"Kami tidak bisa memastikan apakah itu benda cagar budaya peninggalan Sriwijaya atau bukan, karena dibutuhkan riset lebih mendalam," ungkapnya.

Budi mengungkap, Balai Arkeologi Sumsel telah melakukan penelitian di Pesisir Timur OKI ini sejak tahun 2000 silam.

"Kita temukan tiang-tiang pemukiman di beberapa situs seperti Karang Agung, Air Sugihan, dan Tulung Selapan," terangnya.

Sementara Itu, Ignitius Suharno Peneliti dari Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Sumbagsel, merekomendasikan upaya penyelamatan hasil temuan warga berupa benda yang diduga cagar budaya tersebut.

"Untuk kepentingan penelitian dan identitas, perlu langkah tepat agar kejadian ini tidak berulang. Jika tak memiliki setidaknya kita memegang data barang-barang penemuan tersebut" ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Winando Davinchi
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved