Berita Palembang

Selain Cemas Akan Diberhentikan, 124 Honorer di DPRD Sumsel Ternyata 3 Bulan Belum Gajian

Sejumlah 124 orang tenaga honorer di Sekretariat DPRD Sumsel cemas dengan beredarnya wacana perampingan.

Selain Cemas Akan Diberhentikan, 124 Honorer di DPRD Sumsel Ternyata 3 Bulan Belum Gajian
Tribun Sumsel/ Ayu Kuta Sari
Kantor DPRD Provinsi Sumsel. Sejumlah 124 orang tenaga honorer di Sekretariat DPRD Sumsel cemas dengan beredarnya wacana perampingan. 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Sejumlah 124 orang tenaga honorer di Sekretariat DPRD Sumsel cemas dengan beredarnya wacana perampingan.

Selain cemas akan diberhentikan, ternyata tenaga honorer ini belum menerima honor (gaji) selama 3 bulan.

Terhitung sejak bulan Juli 2019 lalu, para tenaga honorer ini kebingungan dalam memenuhi kebutuhan sehari-hari bagi keluarga mereka.

Salah satu tenaga honorer DPRD Sumsel yang meminta agar namanya tidak disebutkan, membenarkan jika sejak beberapa bulan ini, ia beserta rekannya belum menerima gaji sebagai tenaga honorer selama tiga bulan terhitung dari Juli sampai September.

"Gaji terakhir yang saya dapat di bulan Juni, sedangkan untuk Juli sampe Oktober ini belum kami terima, kalau September nanti bayarnya bulan November."

"Denger-denger info dari kawan-kawan lain, itu akan dibayar rapel tapi ndak tau kapan. Apakah nunggu ABT atau lainnya kami dak tahu ?," ungkapnya seraya terus mewanti-wanti agar namanya tidak disebutkan.

Luas Lahan Terbakar di Sumsel 106.307 Hektare, OKI Terbanyak, Muba Nomor Dua

Ia pun mengungkapkan kekecewaannya mengapa gaji dirinya beserta rekan lainnya belum dibayarkan.

Padahal menurutnya, sebagai tenaga honorer ia sudah bekerja maksimal sesuai tugas yang ditugaskan.

"Kami inikan sudah maksimal bekerja, bahkan pekerjaam yang seharusnya dikerjakan oleh ASN diserahkan ke kami. Dan pekerjaan itu kami selesai dengan baik dan tepat waktu, tapi kok kami yang dak gajian," sesalnya, seraya setiap bulan mendapat gaji setiap bulannya Rp 2,5 juta.

Menurutnya, dengan tertundanya pembayaran gajinya, ia harus berutang kepada keluarga atau pemilik warung di tempat tinggalnya, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari keluarganya.

Halaman
1234
Penulis: Arief Basuki Rohekan
Editor: Wawan Perdana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved