Sudah Menikah dan Punya Anak, Cerita Kahiyang Ayu Lulus S2 IPB dengan IPK Nyaris Sempurna
Semangat Kahiyang Ayu dalam meraih gelar sarjana magister memberikan kesan tersendiri bagi dosen pembimbingnya.
TRIBUNNEWS.COM - Semangat Kahiyang Ayu dalam meraih gelar sarjana magister memberikan kesan tersendiri bagi dosen pembimbingnya.
Bagaimana sosok Kahiyang Ayu yang sukses meraih IPK nyaris sempurna ini di mata dosen?
Putri Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kahiyang Ayu baru saja diwisuda S2 Institut Pertanian Bogor (IPB), pada Rabu (25/9/2019) lalu.
Kahiyang Ayu mampu memberikan yang terbaik untuk pendidikannya.
Meski telah menikah dan sibuk mengurus anak serta suami, Kahiyang tetap mengutamakan pendidikannya.
Terbukti, Kahiyang Ayu berhasil menyelesaikan studi magister selama 23 bulan dengan predikat Cum Laude atau Dengan Pujian.
Seperti yang diketahui, Kahiyang Ayu meneruskan pendidikan Pascasarjana Manajemen dan Bisnis di IPB pada tahun 2015.
Sebelumnya, ia merupakan lulusan S1 Universitas Sebelas Maret (UNS) pada tahun 2013.
Kemudian bagaimana sosok Kahiyang Ayu di mata dosen?
Ibunda Sedah Mirah Nasution itu berhasil menyelesaikan studi magister selama 23 bulan dan lulus dengan Indeks Prestasi Kumulatif (IPK) 3,90.
Ia menyelesaikan tesis dengan judul penelitian dengan judul "Analisis Strategi dan Daya Saing Perkebunan Tebu (Studi Kasus PTPN X Surabaya)".
Atas pencapaiannya, Kahiyang pun memberikan pesan khusus untuk generasi muda yang sedang mengutamakan pendidikannya.
“Untuk generasi muda jangan pernah berhenti untuk belajar dan tidak ada batasan usia untuk belajar,” pesan Kahiyang Ayu di sela-sela menjalani prosesi wisuda di kampus IPB, Bogor (25/9/2019) seperti dilansir laman resmi IPB.
Tidak mau diistimewakan Selama menyusun tugas akhir, Kahiyang Ayu dibimbing oleh dua dosen pembimbing yakni Arief Daryanto dan Hendro Sasongko.
Sebagai dosen pembimbing, Arief Daryanto pun membeberkan sosok Kahiyang selama mengemban ilmu meraih gelar S2.
“Kahiyang Ayu yang saya kenal adalah seorang mahasiswa yang memiliki kreativitas dan komitmen tinggi, tepat waktu dalam menyelesaikan tugas-tugas yang diberikan dengan kualitas yang sangat baik." ujarnya.
Bagi Arief, selain memiliki kedisiplinan yang tinggi, Kahiyang juga mudah bersosialisasi di lingkungan kampus.
"Disamping itu, ia mudah bersosialisasi dengan berbagai pihak selama menempuh program pendidikan S2-nya," ujar Arief.
Meski pun statusnya sebagai putri orang nomor satu di Indonesia, Kahiyang tidak mau diistimewakan.
Ia juga mendapatkan porsi yang sama dengan teman-temannya yang lain selama menempuh pendidikan.
"Sebagai anak Presiden, ia tidak mau diistimewakan.
Ia ingin tampil bersahaja seperti mahasiswa-mahasiswa lain di kampusnya,” ujar Arief lagi.
Ia pun memaparkan selama proses pembimbingan tesis, Kahiyang Ayu termasuk mahasiswa yang tidak terlalu merepotkan.
Ia memilih topik yang sangat relevan dengan portofolio program studinya yaitu mengenai analisis daya saing salah satu PT Perkebunan Nusantara (PTPN) yang bergerak dalam bisnis tebu dan gula di Jawa Timur.
Kerja keras Kahiyang Ayu membuahkan hasil ditunjukkan dengan IPK 3.90 dan berhak menyandang "Dengan Pujian" atau Cum Laude.
Kahiyang pun menyelesaikan studi tepat waktu, yaitu selama 23 bulan.
Pembelajar Seumur Hidup
Sebagai pembimbing, Arief Daryanto memiliki pesan tersendiri untuk Kahiyang.
“Untuk Kahiyang, hendaklah terus belajar, berpeganglah pada prinsip pendidikan sepanjang hayat (life long education)."
"Pendidikan sepanjang hayat menjadi semakin penting urgensinya pada saat ini karena manusia terus-menerus harus dapat menyesuaikan diri supaya dapat tetap bersaing dan memiliki daya resiliensi yang tinggi di tengah lingkungan masyarakat yang selalu berubah,” kata Arief Daryanto.
Wisuda Tahap I Tahun Akademik 2019/2020 IPB ini diikuti 803 lulusan terdiri 693 lulusan Program Sarjana, 94 lulusan Program Magister, 14 lulusan Program Doktor, dan 2 lulusan Program Pendidikan Dokter Hewan.
Rektor IPB University, Arif Satria mengatakan pesan yang saya sampaikan pada wisuda kali ini adalah bagaimana menyiapkan generasi IPB baru yang adaptif dan menjadi trendsetter perubahan.
Integritas, Inspirasi, dan Inovasi
“Alumni IPB harus memiliki beragam skill seperti komunikasi, kreativitas, complex problem solving dan kemampuan untuk kolaborasi dan yang paling penting memiliki integritas," kata Rektor IPB.
“Tiga hal yang bisa membuat IPB sustain yakni integritas, inovasi dan inspirasi. IPB selama ini bisa survive karena integritas yang kuat, kemampuan untuk menghasilkan inovasi-inovasi yang kuat dan inovasi-inovasi tersebut bisa menginspirasi orang lain.” Arif Satria menambahkan.
Terkait wisuda Kahiyang Ayu, Arif Satria menyatakan, “Tentu ini merupakan kabar gembira untuk bapak presiden dan juga keluarga yang putra-putrinya menyelesaikan pendidikan S2 nya di IPB University”.
“Semoga ilmu yang didapatkan di IPB University dapat memiliki peran penting di masyarakat nanti,” kata Arif Satria.
Kahiyang Ayu STP MM, ahir di Solo, 20 April 1991.
Ia dalah anak kedua dan putri satu-satunya dari Joko Widodo.
Ia merupakan alumnus Universitas Sebelas Maret yang wisuda dengan IPK 3,12 pada tanggal 17 Desember 2013.
Pada 8 November 2017, Kahiyang Ayu dinikahi oleh seorang pengusaha bernama Bobby Nasution. Ia melahirkan anak perempuan yang diberi nama Sedah Mirah Nasution pada 1 Agustus 2018.[8]
Pada 25 September 2019, ia lulus magister dengan predikat Cum Laude (sangat memuaskan) dengan IPK 3,90 di Sekolah Bisnis Institut Pertanian Bogor, bersama-sama dengan suaminya, Bobby Nasution.
Ia berhasil menyelesaikan S2-nya selama 23 bulan dengan tesis yang berjudul "Analisis Strategi dan Daya Saing Perkebunan Tebu (Studi Kasus PTPN X Surabaya)".
Saat ini, usia Kahiyang Ayu 28 tahun. (TribunNewsmaker/*)