Titik Panas di Sumsel Turun dan Tinggal 7 Titik, Sumsel Berpotensi Hujan Lebat

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II merilis data kondisi cuaca terkini di Sumsel.

Titik Panas di Sumsel Turun dan Tinggal 7 Titik, Sumsel Berpotensi Hujan Lebat
HO-Scroll.in
Ilustrasi 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG - Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) stasiun Sultan Mahmud Badarudin (SMB) II merilis data kondisi cuaca terkini di Sumsel.

Kepala Seksi Observasi dan Informasi BMKG Sumsel, Bambang Beny mengatakan titik panas  di Sumsel turun dan hanya tinggal tujuh titik panas saja.

"Alhamdulilah titik panas mulai berkurang dan titik panas yang memberikan konstribusi dampak kabut asap masuk Palembang juga sudah minim," ujarnya, Kamis (3/10/2019).

Hal ini terjadi karena seiring melemahnya badai tropis mitag di Laut Cina Selatan dan posisi matahari yang di khatulistiwa menyebabkan mulai muncul tekanan rendah wilayah belahan bumi selatan dan adanya sirkulasi di wilayah Indonesia.

Adanya Sirkulasi Eddy di sekitar Kalimantan atau yang sering disebut Borneo Vortex menyebabkan perlambatan massa udara yang signifikan yang sarat uap air dari Laut Jawa dan membentuk pertemuan massa udara yang menuju sirkulasi tersebut.

Kondisi ini menyebabkan terjadinya Sistem Konvektif Skala Meso (MCS/Meso Scale Convective System) yakni barisan awan Cumulonimbus atau awan hujan berwarna hitam berbentuk kembang kol yang memiliki panjang berkisar 100-250 Km.

Indikasi dari MCS ini adalah hujan akan berlangsung lebat dan disertai petir dan angin kencang dalam waktu sebentar dilanjutkan hujan ringan dalam waktu yang relatif lama.

Fenomena MCS sendiri di wilayah Sumsel umumnya terjadi pada rentang waktu malam hari hingga ke pagi hari yang frekuensinya akan meningkat seiring musim peralihan dan masuknya musim penghujan.

MCS yang terjadi pada hari ini 3 Oktober 2019 mulai terjadi sejak jam 02.00 dini hari masih berlangsung saat rilis ini dibuat.

Dari sumber LAPAN hingga pagi ini tercatat penurunan titik panas  hingga hanya tinggal 7 titik panas yang memiliki tingkat kepercayaan lebih dari 80 persen.

Sedangkan titik panas yang berpengaruh terhadap masuknya asap ke wilayah Kota Palembang yakni dari wilayah Sumsel Bagian Tenggara hanya tinggal dua titik panas dengan tingkat kepercayaan kurang dari 80 persen yang terdeteksi yakni wilayah Pampangan dan Pematang Panggang.

Sedangkan jarak pandang terendah yang tercatat di Bandara SMB II pada pagi ini sempat menyentuh angka 400 m akibat asap dan menyebabkan empatpenerbangan yang tertunda.

"Kita himbau masyarakat untuk menyiapkan drainase yang baik di lingkungannya untuk menghindari timbulnya genangan atau potensi banjir dan tetap update di aplikasi InfoBMKG di telpon pintar untuk mendapatkan informasi peringatan dini cuaca ekstrim dari BMKG," tutupnya.

Penulis: Hartati
Editor: Kharisma Tri Saputra
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved