Remaja Perempuan di Lahat Disepikan Kakek SN Usai Mandi, 3 Kali Disetubuhi Sampai Hamil 6 Bulan

Seorang kakek di Lahat dituduh menghamilih remaja perempuan yang baru berusia 14 tahun. Si anak kini mengandung enam bulan.

Remaja Perempuan di Lahat Disepikan Kakek SN Usai Mandi, 3 Kali Disetubuhi Sampai Hamil 6 Bulan
EHDI AMIN/SRIWIJAYA POST
LD (14) bersama kerabatnya saat melapor ke Polres Lahat, Rabu (25/9). 

TRIBUNSUMSEL.COM, LAHAT - Seorang kakek di Lahat dituduh menghamilih remaja perempuan yang baru berusia 14 tahun.

Si anak kini mengandung enam bulan.

Peristiwa yang membuat pihak keluarga LD terpukul ini bermula saat sekitar bulan Februari lalu.

Saat itu LD baru pulang usai mandi di air Sungai Kikim.

LD, lantas disepikan oleh SN ke belakang rumah, sambil menjanjikan akan diberi uang.

LD saat itu sempat berusaha menolak, namun bujuk rayu SN membuat gadis yang tidak mengenyam pendidikan ini jadi tak berdaya.

Merasa prilakunya tidak ketahuan, SN rupanya ketagihan.

Pria yang sudah dua kali menikah ini, kembali melancarkan aksi bejatnya ke dua dan ke tiga.

Kali ini SN mengincar LD, saat menumpang menonton televisi di kediaman suadara SN, persis di depan rumah LD.

"Mediasi di desa bersama Kades sudah, SN juga sudah mengaku. Koordinasi sama pihak Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Lahat, juga sudah. Solusinya malah disuruh dinikahkan," ujar DM (41), kerabat LD, di sela saat melapor ke Unit PPA Satreskrim Polres Lahat, Rabu (25/9).

"Kasus seperti ini, harusnya punya kepastian hukum. Jika pelaku dinyatakan bersalah, anak yang dikandung korban berarti jelas anak pelaku. Jangan sampai nanti jadi korban lagi. Setelah berdamai, korban dinikahi, lalu diceraikan," tegas Aplitara, pemerhati anak di Kabupaten Lahat, saat lakukan pendampingan.

Sementara, Kapolres Lahat, AKBP Ferry Harahap SIK, melalui Kasat Reskrim, AKP Satria Dwi Darma, melalui Kanit PPA, Iptu Omin Suhandi membenarkan, adanya laporan tersebut.

Saat ini kasus tersebut tengah dikaji pihak kepolisian.

"Masih dalam penyelidikan, karena korban masih di BAP, dan saksi-saksi mau dimintai keterangan. Setelah itu tunggu hasil visum, baru digelar perkara," terangnya.

Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved