Gubernur Sumsel Herman Deru Harapkan Grab Ikut Promosikan Produk Halal Sumsel

Keberadaan Grab di Sumsel kita harapkan dapat mendukung program pemerintah bukan saja bidang transportasi melainkan bidang infrastruktur.

Gubernur Sumsel Herman Deru Harapkan Grab Ikut Promosikan Produk Halal Sumsel
HUMAS PEMPROV SUMSEL
TERIMA MANAJEMEN GRAB - Gubernur Sumsel H Herman Deru ketika menerima manajemen Grab di Ruang Tamu Gubernur, Rabu (25/9/2019). 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG – Keberadaan angkutan trasportasi umum berbasis online di Sumatera Selatan, diharapkan dapat memberikan nilai lebih bagi masyarakat. Keberadaan transportasi juga harus didukung dengan keberadaan shelter halte di beberapa titik seperti lokasi bus trans musi serta Light Rail Transit (LRT).

Harapan itu diungkapkan Gubernur Sumsel H Herman Deru ketika menerima manajemen Grab di Ruang Tamu Gubernur, Rabu (25/9/2019).

"Keberadaan Grab di Sumsel kita harapkan dapat mendukung program pemerintah bukan saja bidang transportasi melainkan bidang infrastruktur seperti pembuatan shelter halte," tegas Gubernur Sumsel Herman Deru.

Lebih lanjut dia meminta keberadaan Grab juga dapat menumbuh kembangkan industri kuliner halal di Sumsel terutama di Kota Palembang dengan menggandeng Majelis Ulama Indonesia (MUI) dalam memperkenalkan produk-produk halal.

Di samping itu meningkatkan minat baca masyarakat dengan kelengkapan bahan bacaan di setiap shelter halte.

 "Saya tidak hanya menginginkan shelter yang telah dibangun Grab mubazir begitu saja. Namun yang lebih penting Grab bisa berinovasi dengan tampilan design shelter secara menarik. Shelter dapat juga disediakan buku bacaan, brosur dan sejenisnya," tambahnya.

 Gubernur berharap dengan banyaknya inovasi yang perbuat Grab, industri transportasi berbasis online di Sumsel akan lebih berkembang. Sebab selain memudahkan masyarakat biaya yang dikeluarkan juga tidak membebani.

 Sementara itu City Manager Grab Sumsel, Siswantoro dihadapan Gubernur menegaskan tujuan pembangunan shalter Grab di Kota Palembang bagian dari dukungan pihaknya dalam membuat angkutan yang terintegrasi (shelter halte) dengan transportasi umum lainnya.

" Sejauh ini sudah ada enam titik shelter halte Grab yang telah kita buat yakni Stasiun LRT, Bumi Sriwijaya, Stasiun Jakabaring, Polresta, serta DJKA, sesuai dengan arahan kementrian," ujarnya.

Di kesempatan ini Grab Palembang mengundang Gubernur, untuk hadir membuka acara Grab Indonesia Safety Riding menepis aksi kriminal dan menurunkan angka kecelakaan lalu lintas.

 Untuk diketahui tempat perhentian bus atau halte bus atau shelter atau pemberhentian bus merupakan adalah tempat untuk menaikkan dan menurunkan penumpang bus. Biasanya ditempatkan pada jaringan pelayanan angkutan bus.

Saat menerima audensi manajemen Grab kali ini Gubernur didampingi Asisten II Bidang Ekonomi dan Keuangan Yohannes Toruan, Kepala Biro Umum , Ahmad Zaki. Staf Khusus Bidang SDM antar Lembaga,Syamsu Sugianto. Kabid Pengelolaan Komunikasi Publik Dinas Komunikasi Informasi Sumsel Imansyah. (adv/humas pemprov sumsel).

Editor: Vanda Rosetiati
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved