Warga Mandi Air Sungai Kelingi Bercampur Kotoran, Kekeringan di Lubuklinggau

Sejak dua bulan terakhir semenjak dilanda musim kemarau warga Kota Lubuklinggau mengalami krisis air bersih.

Warga Mandi Air Sungai Kelingi Bercampur Kotoran, Kekeringan di Lubuklinggau
EKO HEPRONIS/TRIBUNSUMCEL.COM
Warga saat mandi dan mencuci di Sungai Kelingi 

Warga saat mandi dan mencuci di Sungai Kelingi

Laporan wartawan Tribunsumsel.com, Eko Hepronis.

 

TRIBUNSUMSEL.COM, LUBUKLINGGAU - Sejak dua bulan terakhir semenjak dilanda musim kemarau warga Kota Lubuklinggau mengalami krisis air bersih.

Sumur-sumur milik warga sudah mulai mengering, akibatnya banyak warga beraktivitas mandi, cuci, dan kakus (MCK) terpaksa dilakukan di Sungai Kelingi.

Seperti pantauan Tribunsumsel.com, di tempat pemandian Kelurahan Linggau Ilir, Kecamatan Lubuklinggau Barat I puluhan ibu-ibu turun ke sungai melakukan aktivitas mencuci pakaian dan mandi.

Bahkan, ada yang sengaja membawa mobil cary pick up membawa puluhan dirigen dan drum bolak balik mengangkut air dari Sungai Kelingi.

Selain itu, tampak pula beberapa warga terlihat bolak-balik membawa jeriken berisi air bersih yang diletakkan di tengah motornya.

"Sudah sebulan terakhir kami mandi sungai, karena sumur tidak ada airnya lagi," ujar Roida Warga RT 03 Kelurahan Jogo Boyo, Kecamatan Lubuklinggau Utara II, Selasa (24/9).

Dirinya terpaksa harus pergi ke sungai yang berjarak sekitar 1 kilometer dari rumahnya. Mayoritas warga sudah beralih ke sungai untuk MCK karena kekeringan itu.

Halaman
12
Penulis: Eko Hepronis
Editor: Prawira Maulana
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved