Breaking News:

Berita Pendidikan

Jam Masuk Sekolah Madrasah di Sumsel Mundur Pukul 08.00, Satu Jam Pelajaran Berkurang 10 Menit

-Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumsel mengeluarkan surat edaran resmi yang ditunjukan kepada Kepala Madrasah di Sumsel.

Penulis: Melisa Wulandari | Editor: Wawan Perdana
TRIBUNSUMSEL.COM/ IST
Suasana belajar di kelas 1 Madrasah Ibtidaiyah Abadiyah II Palembang 

TRIBUNSUMSEL.COM, PALEMBANG-Kantor wilayah (Kanwil) Kementerian Agama (Kemenag) Sumsel mengeluarkan surat edaran resmi yang ditunjukan kepada Kepala Madrasah di Sumsel.

Kepala Kanwil Kemenag Sumsel HM Alfajri Zabidi melalui surat edaran mengatakan agar Kepala Madrasah melakukan pergeseram jam masuk kegistan belajar mengajar (KBM) dari pukul 07.30 menjadi 08.00.

"Efektifitas KBM dimulai pukul 08.00 dan satu jam pelajaran berkurang 10 menit," katanya, Senin (23/9/2019).

Untuk MA semula 45 menit menjadi 35 menit, MTs semula 40 menit menjadi 30 menit, MI semula 35 menit menjadi 25 menit dan RA menyesuaikan.

"Satuan belajar yang melaksanakan KBM sore hari (Double Shift), maka KBM sore hari menyesuaikan dengan selesainya KBM pada pagi hari," jelasnya.

Edaran itu dikeluarkan sehubungan dengan situasi udara di Provinsi Sumatera Selatan terkait kabut asap sehingga dikhawatirkan mengganggu kesehatan bagi peserta didik,

Pesawat Ditumpangi Nyaris Jatuh, Pria Ini Lakukan Hal Tak Terduga Ini, Penumpang Lain Panik

Seluruh warga satuan pendidikan (peserta didik, guru dan tenaga kependidikan) diimbau untuk memakai masker pada saat melakukan kegiatan di luar madrasah atau rumah.

"Jika situasi udara dinyatakan sangat tidak sehat oleh pihak terkait yang disebabkan peningkatan kabut asap di wilayah Sumsel," katanya.

"Maka kegiatan belajar mengajar satuan pendidikan bersifat fakultatif (di rumah). Batas waktu surat edaran kegiatan belajar mengajar (KBM) ini akan ditentukan dan dikoordinasikan dengan pihal terkait, sebagai dasar kebijakan," ujarnya.

Sementara itu, berita sebelumnya karena kabut asap semakin pekat dari pukul 07.15 dan dari rumah beberapa siswa jarak pandang bahkan 200 meteran,

Dinas Pendidikan Kota Palembang memberikan surat edaran mendadak kepada kepala TK, SD dan SMP baik negeri atau swasta untuk meliburkan siswanya selama 3 hari.

BREAKING NEWS; Sebagian Wilayah Mulai Turun Hujan, Diperkirakan Sampai Pukul 16.00 WIB

Seperti salah satu sekolah dasar di Plaju, saat orangtua siswa dan siswa berjuang menerobos kabut asap pada pagi hari, pihak sekolah tiba-tiba memberi kabar bahwa sekolah diliburkan padahal hari ini, Senin (23/9/2019) hari pertama ujian mid semester bagi siswa.

"Maaf bu mendadak, baru dikasih tahu Disdik Palembang pada pukul 06.30 tadi, sekolah diliburkan," kata Ida, salah satu guru di SD Patra Mandiri 1 Plaju yang sudah stand by di depan pagar sekolah, Senin (23/9/2019).

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Kota Palembang Ahmad Zulinto melalui edaran yang disebarkan lewat pesan singkat untuk Kepala SD dan SMP Negeri dan Swasta menyampaikan karena asap semakin pekat dan berbahaya pihaknya meminta pihak sekolah agar melibutkan siswa.

"Kepada Kepala TK, SD dan SMP Negeri dan Swasta sekota Palembang melihat kabut asap yang sudah berbahaya maka kami minta agar saudara dapat merumahkan siswa/siswinya selama 3 hari mulai hari ini, Senin (23/9/2019) hingga Rabu (25/9/2019)," ujarnya.

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved