Berita Banyuasin

Dokter Alumni FK Unsri Masuk Desa Terpencil, Tanggulangi ISPA di Banyuasin

Para dokter Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, terpanggil untuk masuk ke pelosok desa terpencil

Dokter Alumni FK Unsri Masuk Desa Terpencil, Tanggulangi ISPA di Banyuasin
Sripo/ Mat Bodok
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin, dr H Mgs M Hakim Mkes, Dekan Fakultas Kedokteran Unsri dr H Syarif Husin MS, dan Ketua Ikatan Alumni FK Universitas Sriwijaya dr H Zulkifli SpAn KIC MKes MARS, mendatangi Desa Semuntul Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin. 

TRIBUNSUMSEL.COM, BANYUASIN-Para dokter Alumni Fakultas Kedokteran Universitas Sriwijaya (Unsri) Palembang, terpanggil untuk masuk ke pelosok desa terpencil.

Salah satunya Desa Semuntul Kecamatan Rantau Bayur, Kabupaten Banyuasin, Propinsi Sumatera Selatan, Minggu (22/9/2019).

Kehadiran para dokter yang tergabung di Ikatan Dokter Indonesia (IDI) ini bekerjasama dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin, Sabtu (21/9/2019).

Kegiatan ini sekaligus dalam rangka Dies Natalis Ke 57 Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Sriwijaya.

Para dokter tadi, juga melakukan pengobatan secara gratis bagi masyarakat dan siswa-siswi sekolah dasar serta sosialisasi tentang cara pengobatan dini agar tidak terjangkit penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA).

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin, Mgs M Hakim mengatakan, kegiatan ini sebagai bentuk kepedulian pemerintah dan juga para dokter di Sumsel terkhususnya dokter yang bertugas di Kabupaten Banyuasin.
Kegiatan ini juga merupakan sebagai bentuk kepedulian kepada desa yang terisolir dan saat ini untuk penangan kesehatan masyarakat telah lengkap di Puskesmas Semuntul yang telah terakreditasi.

“Pemerintah Kabupaten Banyuasin telah prioritaskan kesehatan masyarakat. Jadi pelayanan dan sarana prasarana untuk kesehatan masyarakat akan kita tingkatkan demi tercipta hidup sehat dilingkungan masyarakat,” ucap dokter Hakim yang juga Alumni Fakultas Kedokteran Unsri.

Masih kata Hakim, Desa Semuntul ini walau terisolir kawasan pedesaannya cukup sehat dan bersih dan puskesmas yang ada juga sangat terbuka dan rama melayani masyarakat untuk memeriksa kesehatan.

“Kita wajibkan pelayanan rama-rama dan berethika, prilaku sopan santun diutamakan. Karena pasien akan cepat sembuh dimulai dengan pelayanan hingga pengobatan,” ujar Hakim.

Sementara itu, Dekan Fakultas Kedokteran Unsri dr H Syarif Husin MS menyampaikan, bahwa sangatlah peting saat ini untuk dapat melayani masyarakat agar mereka mendapatkan pelayanan kesehatan yang baik.

Oleh sebab itu, sebagai alumni FK Unsri juga dirinya sangatlah mendukung dengan hal-hal peningkatan professional para Dokter dalam melayani kesehatan warga.

“Semoga apa yang Bakti Sosial ini dalam bermanfaat,” ujarnya.

Ketua Ikatan Alumni FK Universitas Sriwijaya dr H Zulkifli SpAn KIC MKes MARS berharap, warga Desa Semuntul ada yang nantinya menjadi dokter.

“Anak-anak di desa yang sudah tamat SMA daftarkan ke FK Unsri mudah-mudahan jadi seorang dokter masa depan,” tandasnya. (SP/Mat Bodok)

Editor: Wawan Perdana
Sumber: Sriwijaya Post
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved